Moskow (ANTARA) - Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur, Sabtu (18/7) mengatakan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan meningkatkan jumlah personel untuk ditempatkan di Estonia menjadi 1.200 personel pada 2027.
"Musim semi tahun depan kami akan menerima tambahan personel militer dari Inggris, sehingga total jumlah personel akan mencapai hampir 1.200 orang," ujar Pevkur kepada penyiar publik Estonia, ERR.
Dengan demikian, jumlah pasukan NATO di Estonia akan bertambah sekitar 300 personel, kata Pevkur. Ia juga menyebutkan bahwa pasukan Inggris akan membawa pesawat nirawak berjangkauan jauh dalam penugasan tersebut.
Menurut laporan ERR, pengiriman peralatan dan amunisi untuk pasukan Inggris dijadwalkan mulai dilakukan pada 2026.
Selain itu, latihan militer yang melibatkan Brigade Keempat Angkatan Bersenjata Inggris di Estonia telah dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia berulang kali menyoroti peningkatan aktivitas NATO serta penambahan kekuatan militer aliansi tersebut di dekat perbatasan barat Rusia.
Kremlin menegaskan bahwa Rusia tidak mengancam negara mana pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang dinilai berpotensi membahayakan kepentingan nasionalnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Italia tambah anggaran pertahanan sesuai komitmen NATO
Baca juga: Media: Konflik AS-Iran picu perpecahan di tubuh NATO
Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































