Jakarta (ANTARA) - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) mencermati tingginya antusias investor ritel domestik dalam melakukan pemesanan/ pembelian saham-saham Initial Public Offering (IPO).
Head of Retail Business Division Mirae Asset Prisa Ngadianto mencontohkan bahwa nasabah mereka juga banyak yang melakukan order terhadap saham-saham IPO.
“Lumayan amat tinggi ya (antusias). Apalagi kalau saya ngelihat tahun lalu, setiap kali IPO lumayan lah di kita juga orderan dari nasabah juga lumayan banyak. Terutama nasabah ritel ya. Mungkin beberapa memang ada yang justru mencari yang IPO-IPO ini,” ujar Prisa dalam Media Luncheon Mirae Asset di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, saham-saham IPO cenderung aman untuk dikoleksi oleh para investor ritel domestik, selama fundamental dan bisnis perusahaan terkait bagus.
Baca juga: Reformasi pasar modal dorong minat IPO, 15 perusahaan dalam antrean
Baca juga: IPO pertama 2026, antusias investor dorong saham WBSA naik 35 persen
“Jadi ya itu, selama fundamental bagus dan bisnisnya oke gitu, sebenarnya sih untuk nasabah ritel juga sebenarnya aman-aman aja gitu kan,” ujar Prisa.
Seiring dengan itu, lanjutnya, calon perusahaan tercatat dengan fundamental dan bisnis yang bagus, tentu sahamnya akan diburu oleh para investor ritel.
“Saya pikir kalau fundamentalnya bagus, nasabahnya juga nggak tinggalin kok. Investor juga pasti mau lah invest selama emang fundamentalnya bagus, bisnisnya jelas,” ujar Prisa.
Dalam kesempatan ini, pihaknya mengungkapkan Mirae Asset saat ini telah memiliki sekitar 420.000 investor/nasabah.
Pihaknya menargetkan penambahan sekitar 100.000 investor/nasabah baru sepanjang 2026, sehingga diharapkan terdapat sebanyak 500.000 investor/ nasabah pada akhir 2026.
“Kalau targetnya kita sih tahun ini ya mudah-mudahan kita bisa tumbuh setidaknya 100.000 nasabah baru lah untuk Mirae Asset. Jadi, dari 400.000 ya mungkin ke 500.000,” ujar Prisa.
Untuk komposisi investor/nasabah perseroan, Ia mengungkapkan investor didominasi oleh generasi milenial, salah satu alasannya karena saldo minimum yang ditetapkan oleh perseroan senilai Rp10 juta.
“Cuman kalau secara proposional mungkin milenias isinya lebih banyak di Mirae, karena kan kita butuh saldo minimum 10 juta. Milenial secara umur, secara aset mungkin lebih besar daripada yang genji,” ujar Prisa.
Baca juga: BEI ungkap 11 perusahaan besar antre IPO di pasar modal RI
Baca juga: Mirae ingatkan risiko volatilitas pasar saat lonjakan harga minyak
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































