Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Meta dikabarkan tengah mengembangkan liontin berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang akan mulai diuji tahun depan menurut memo yang dilihat oleh The Information.
Menurut siaran TechCrunch pada Sabtu (30/5), liontin ini kemungkinan akan dibangun berdasarkan karya Limitless, perusahaan rintisan perangkat AI yang diakuisisi oleh Meta pada akhir 2025.
Limitless sebelumnya mengembangkan liontin AI yang dapat dipasang pada pakaian atau dikenakan sebagai kalung untuk merekam percakapan pengguna.
Saat mengumumkan akuisisi Limitless, Meta menyatakan bahwa langkah itu akan membantu mempercepat pengembangan perangkat wearable berbasis AI.
Baca juga: Meta pindahkan 7.000 karyawan untuk fokus pada pengembangan AI
Meta hingga kini belum menyampaikan keterangan resmi mengenai rencana pengembangan liontin berbasis AI.
Di samping mengembangkan liontin, Meta berencana memperluas lini kacamata pintar berbasis AI miliknya dan meluncurkan layanan berlangganan untuk bisnis dengan nama "Wearables for Work."
Dengan semua perangkat yang direncanakan, Meta tampaknya berharap dapat membalikkan nasib Reality Labs yang berfokus pada perangkat keras.
Reality Labs dilaporkan mengalami kerugian sekitar 4 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun 2026.
Baca juga: Rokid bawa kacamata berbasis AI ke Indonesia
Baca juga: Apple percepat pengembangan tiga perangkat "wearable" berbasis AI
Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































