Merayu batu, menantang langit di tebing Gunung Gajah

23 hours ago 1

Bandung (ANTARA) - Siang itu, dua orang anggota tim pemanjat Unpad bergerak membuka jalur. Tebing yang akan mereka panjat tampak perkasa dari kejauhan, seolah berkata, "Akulah si Gunung Gajah, bisakah kalian merayapinya?"

Di tengah desau angin, tiba-tiba terdengar suara lantang dari ketinggian 20 meter. "Urang (saya) mau jatuh."

Itu suara Neil, anggota tim pengembaraan Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) PALAWA Unpad, 2–18 Agustus 2026.

Rekannya, Neiza, yang menjadi belayer sigap menarik tali kernmantel itu. Neil tetap terjatuh dan darah terlihat membasahi keningnya.

Tak pelak, kepanikan terjadi. Neiza menginformasikan kepada tim di bawah untuk siap-siap mengevakuasi Neil ke puskesmas terdekat. Beruntung, dia hanya mengalami cedera ringan sehingga pemanjatan tebing Gunung Gajah bisa dilanjutkan.

Tebing setinggi 500 meter tersebut berada di Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Tantangan pertama yang dihadapi adalah menemukan jalan menuju tebing. Informasi yang diterima tim mengenai titik koordinat dan akses berbeda-beda. Beberapa bagian jalur telah tertutup vegetasi sehingga tim harus membuka akses dan membaca kondisi medan secara langsung. Pencarian jalur menuju kaki tebing memakan waktu kurang lebih dua jam.

Baca juga: Ading Suhana selamatkan hutan lewat gerakan berkebun durian

Setelah sampai, base camp didirikan. Karabiner berdenting saat alat panjat mulai dikenakan. Neiza dan Neil melangkah maju, siap menantang sang raksasa andesit. Jalur pertama yang dicoba adalah jalur merah, yang sebelumnya dibuat oleh Himpala Big Wall Expedition.

Pemanjatan dimulai

Perlahan, ketinggian bertambah. Satu per satu runner berhasil disematkan. Pada pemanjatan awal, progres berada di kisaran 10–15 meter.

Namun, terik matahari Pemalang kian memanggang ubun-ubun. Bayangan tebing yang menyusut memaksa pemanjat turun sejenak, mengumpulkan tenaga sebelum mencoba lagi pada sore hari.

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |