MenPANRB sebut arsip fondasi pemerintahan dan pelayanan publik

1 day ago 2
Kearsipan dunia mengalami disrupsi akibat perkembangan teknologi digital. Arsip tidak lagi dipandang sebagai tumpukan kertas statis, melainkan aset yang siap dianalisis secara digital

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan arsip merupakan aset strategis negara yang menjadi fondasi penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Kearsipan dunia mengalami disrupsi akibat perkembangan teknologi digital. Arsip tidak lagi dipandang sebagai tumpukan kertas statis, melainkan aset yang siap dianalisis secara digital," kata Rini dalam rapat pengembangan SDM kearsipan bersama Arsip Nasional RI (ANRI) di Jakarta, Senin.

Rini mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah peran arsiparis dari sekadar pengelola berkas menjadi pengelola informasi strategis yang mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Menurut dia, arsip dapat dimanfaatkan untuk menganalisis kelemahan dalam proses pelayanan publik sehingga menjadi dasar penyempurnaan layanan kepada masyarakat.

Baca juga: Menteri PANRB minta Praja IPDN bangun birokrasi yang responsif

Karena itu, arsiparis dituntut memiliki kemampuan analisis data dan keterampilan komputasi digital yang sejalan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan.
Ia menegaskan penguatan kompetensi arsiparis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transformasi birokrasi nasional.

Rini menambahkan arsiparis harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip kearsipan yang menjamin keaslian, keutuhan, dan keberlanjutan arsip. Pengelolaan arsip fisik tetap diperlukan sebagai bagian dari pendekatan layanan omnikanal yang diterapkan Kementerian PANRB.

Menurut dia, dengan perluasan peran tersebut, arsiparis tidak lagi dipandang sebagai pengelola dokumen semata, tetapi juga penjaga memori organisasi dan pengelola informasi strategis yang mendukung transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

"Transformasi digital tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga mengubah cara kita mengelola memori institusi. Karena itu, peran arsiparis harus terus diperkuat agar mampu memastikan setiap informasi pemerintah terdokumentasi secara autentik, aman, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan serta pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Menteri PANRB: Transformasi birokrasi tak cukup mengandalkan teknologi

Sementara itu, Kepala ANRI Mego Pinandito mengatakan pihaknya terus memperkuat integrasi kearsipan digital melalui alih media arsip dari bentuk analog menjadi digital, dengan tetap menjaga keaslian arsip fisik, terutama arsip sejarah.

ANRI juga bekerja sama dengan berbagai institusi pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kompetensi arsiparis melalui pelatihan teknis dan program magang bagi aparatur sipil negara di berbagai daerah.

Menurut Mego, ANRI dan Kementerian PANRB juga berkolaborasi menyusun kebijakan pengelolaan arsip yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi hibrida.

"Kami memasukkan pengetahuan dan keterampilan digital ke dalam peningkatan kompetensi kearsipan," kata Mego.

Baca juga: MenPANRB: Sinergi-Kolaborasi kunci hadirkan layanan publik berkualitas

Baca juga: MenPANRB: Transformasi BRIN perkuat bangsa lewat riset dan inovasi

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |