Denpasar (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memetakan peran dan tugas kementerian/lembaga dalam mendukung pembangunan Bali.
“Kita fokus pada isu infrastruktur, konektivitas, dan penataan ruang sebagai satu paket kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan dan harus berkelanjutan, ini adalah paradigma pembangunan Bali ke depan, saya masuk ke bagian-bagian yang secara spesifik tapi bisa ditambahkan oleh berbagai kementerian/lembaga,” ujar AHY.
Menko AHY di Denpasar, Senin, memulai dengan menjelaskan Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebagai peran koordinasi dan pengawasan program tata kelola sampah dan juga teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang baru di Bali.
Selain itu memberi perlindungan lahan produksi pangan dalam rencana detail tata ruang (RDTR) untuk menjamin ketahanan pangan.
Selanjutnya untuk Kementerian PPN/Bappenas yang langsung dihadiri Menteri Rachmat Pambudy, AHY ingin pembangunan Bali dipastikan terintegrasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mendorong fasilitasi pendanaan.
“Tanpa pendanaan yang memadai kita sulit untuk melakukan pengembangan dan pembangunan di kawasan, terutama di sektor infrastrukturnya,” kata Menko AHY pula.
Ketiga, kepada Kementerian Pariwisata yang dihadiri Menteri Widiyanti Putri Wardhana, AHY meminta agar menyusun masterplan dispersi wisatawan untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di Bali Selatan serta mengintegrasikan pengembangan destinasi dengan konektivitas, pelayanan dasar, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk Kementerian Ekonomi Kreatif yang dihadiri Menteri Teuku Rifky, Menko AHY mendorong mengembangkan program sertifikasi dan pembinaan bagi pelaku ekonomi kreatif, dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Bali Utara, Barat, dan Timur.
Selanjutnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dihadiri Wakil Menteri (Wamen) Ossy Dermawan berperan memastikan kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk legalitas lahan proyek infrastruktur strategis dan juga isu persampahan, perlindungan kawasan pangan dan subak, serta melakukan penertiban atas pelanggaran tata ruang komersial yang menginvasi sempadan pantai dan sungai.
Untuk Kementerian Pekerjaan Umum, dalam mendukung pembangunan Bali diminta mendukung pembangunan breakwater sesuai dengan hasil kajian teknis dan taksi laut.
“Nah water taxi ini tentunya diharapkan bisa menjadi salah satu solusi yang juga efektif, nanti Kemenko Infrastruktur akan menindaklanjuti bersama Kementerian PU dan Perhubungan, termasuk kami harapkan Kementerian PU juga memastikan optimalisasicTempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle/TPS3R dan tempat pengolahan sampah terpadu/TPST regional,” ujar AHY.
Menko Infrastruktur kemudian meminta Kementerian Perhubungan memberikan pendampingan penyusunan studi kelayakan rencana jaringan taksi laut di pesisir Selatan Bali.
Untuk urusan infrastruktur ini, Menko AHY juga meminta PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) terlibat menyusun kajian teknis dan operasionalnya.
Sementara untuk Pemprov Bali, ia minta mengintegrasikan pendidikan pengelolaan sampah sejak dini ke dalam pendidikan lingkungan hidup dan muatan lokal.
“Saya rasa ini tugas kita semua, banyak yang mengatakan memang lebih cepat untuk meningkatkan kapasitas intelektual dibandingkan untuk membangun karakter dan budaya yang bersih bagi sebuah bangsa, kita belajar dari negara-negara yang maju, kota-kota yang modern, yang bersih, yang tertib,” ujarnya.
Selain itu, pemda diminta memperkuat penegakan peraturan pengelolaan sampah, membentuk unit koordinasi pemerintah daerah dengan kementerian dan lembaga, sinkronkan RTRW kabupaten/kota dengan nasional, menyiapkan lahan, perizinan, dan dukungan operasional bagi proyek prioritas dan memperkuat pengendalian alih fungsi lahan.
Baca juga: Danantara mulai pembangunan PSEL Bali pastikan teknologi teruji
Baca juga: Menko AHY fokuskan pembangunan Bali pada empat klaster
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































