Mendikdasmen pastikan perbaikan sekolah di Aceh tuntas tahun ini

1 hour ago 1
Sekolah yang mengalami kerusakan berat akan dibongkar dan dibangun kembali di lokasi yang sama melalui dana revitalisasi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan rehabilitasi sekolah terdampak bencana di Provinsi Aceh dituntaskan paling lambat tahun 2026 dan dapat kembali beroperasi secara normal pada tahun ajaran baru.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kunjungan kerjanya ke Aceh menegaskan pemulihan sekolah pascabencana merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak anak atas pendidikan yang bermutu.

“Saat ini kami masih berada pada fase tanggap darurat menuju rekonstruksi. Namun yang terpenting, proses pembelajaran tidak boleh berhenti. Sekolah yang mengalami kerusakan berat akan dibongkar dan dibangun kembali di lokasi yang sama melalui dana revitalisasi,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis.

Secara nasional Mendikdasmen menyebutkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Baca juga: DPR: Perbaikan sekolah terdampak bencana Sumatera harus jadi prioritas

Untuk Aceh Utara, lanjut dia, ehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian penuh pada 2026.

Langkah ini, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, maupun sanitasi yang tidak layak.

Berdasarkan data penanganan bencana per 15 Januari 2026, pihaknya mencatat 171 satuan pendidikan terdampak bencana, dengan rincian pada jenjang SMK terdapat 93 sekolah terdampak, dengan 99 data telah diverifikasi dan masuk dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) senilai Rp270 miliar.

Pada jenjang SLB, pihaknya mencatat sebanyak 20 sekolah terdampak dengan 15 data terverifikasi dan 13 PKS senilai Rp3,98 miliar.

Sementara itu pada jenjang SKB/PKBM, Mendikdasmen menyebutkan sebanyak 58 sekolah terdampak dengan tujuh data terverifikasi dan dua PKS senilai Rp198 juta. Secara keseluruhan, nilai bantuan PKS yang telah diproses mencapai Rp274,18 miliar.

Baca juga: BNPB: Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai di wilayah Aceh

Dalam kunjungan hari itu Mendikdasmen Abdul Mu’ti pun meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak untuk memastikan kondisi fisik bangunan serta percepatan proses rehabilitasi.

Peninjauan dilakukan antara lain di SMK Kesuma Bangsa, SMPN 2 Mutiara Batu, dan SMKN Baktiya, dilanjutkan ke SMPN 7 Muhammadiyah, SDN 9 Jambo Aye, hingga pemantauan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Darurat dan TK Liwaul Hamdi.

Mendikdasmen menegaskan program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan ruang kelas, tetapi juga mencakup pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung seperti toilet, perpustakaan, laboratorium, serta ruang praktik.

Upaya itu, kata dia, diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara ketersediaan sarana prasarana dengan jumlah peserta didik, sekaligus membangun lingkungan sekolah yang mendukung tumbuhnya karakter, rasa aman, dan kepercayaan diri warga sekolah.

“Kami bekerja sama dengan TNI. Untuk pembangunan kelas darurat, kami bekerja sama dengan berbagai lembaga yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap rehabilitasi di Aceh,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Baca juga: Di Aceh Tamiang, Mendikdasmen pastikan KBM berjalan pascabencana

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |