Mendag optimistis neraca dagang RI membaik seiring peningkatan ekspor

5 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku optimistis neraca perdagangan Indonesia akan membaik pada awal semester II tahun 2026 atau bulan Juli, menyusul kinerja ekspor yang terus menunjukkan tren positif.

“Bulan Juli ini harapan kami defisitnya menjadi tidak ada, karena kalau kita lihat (komoditas) nonmigasnya kan selalu surplus. Nonmigas dan pertumbuhannya kan selalu naik. Pertumbuhan ekspor kita Januari-Juni kan juga naik,” kata Mendag Budi saat ditemui di Jakarta, Senin.

Adapun Budi menyebut defisit neraca perdagangan pada Juni 2026 sebesar 0,45 miliar dolar AS, membaik dibandingkan defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Total ekspor Indonesia pada Juni 2026, baik migas maupun nonmigas tercatat sebesar 25,46 miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat 9,72 persen dibandingkan ekspor pada Mei 2026 yang sebesar 23,20 miliar dolar AS.

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan Januari-Juni 2026 surplus 3,58 miliar dolar AS

Peningkatan ekspor tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni 2026 mencapai 24,39 miliar dolar AS, naik 8,68 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 22,45 miliar dolar AS.

Di sisi lain, surplus perdagangan nonmigas pada Juni 2026 mencapai 3,04 miliar dolar AS.

Selain nilai ekspor, volume ekspor Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada Juni 2026, volume ekspor tercatat sebesar 56,52 juta ton, naik 3,31 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 54,71 juta ton.

“Jadi, kami optimis ya apalagi nanti kalau kondisinya (geopolitik) semakin membaik, artinya kondisi perang semakin berkurang, harga minyak turun,” ujar Budi.

Baca juga: Mendag: Ekspor naik, defisit Neraca Perdagangan RI menyempit pada Juni

Ia menilai, salah satu faktor dari defisit neraca perdagangan pada dua bulan terakhir adalah harga minyak dunia yang tinggi.

“Kemarin faktor defisitnya bulan Mei-Juni itu kan karena pas bulan Maret-April itu harga minyak dunia lagi tinggi-tingginya, sehingga tentu defisit migas kita menjadi lebih besar. Ketika defisit migas kita semakin besar sehingga mengalahkan (komoditas) yang surplus tadi,” kata Mendag.

“Nah, ini mudah-mudahan harga mulai stabil sementara ekspor nonmigasnya yang terus bagus,” ujarnya menambahkan.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |