lmuwan pantau radiasi matahari permukaan gunakan teknologi jarak jauh

21 hours ago 3
Teknologi pengindraan jauh pada satelit memiliki kontinuitas data yang kuat dan cakupan yang luas. Teknologi ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk memantau perubahan dalam radiasi matahari permukaan

Beijing (ANTARA) - Sistem pengamatan jaringan satelit geostasioner (GSNO) telah dikembangkan untuk memantau secara tepat perubahan radiasi matahari permukaan dengan memperkenalkan teknologi penginderaan jarak jauh pada satelit, menurut Institut Penelitian Informasi Dirgantara (AIR) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Berfungsi seperti "pemindai sinar matahari", sistem GSNO ini dapat memberikan dukungan data yang lebih akurat untuk berbagai sektor, seperti penerapan energi bersih, estimasi hasil pertanian, dan respons perubahan iklim, serta kesehatan masyarakat, kata AIR.

Penelitian ini dipimpin oleh tim peneliti AIR dan dilakukan lewat kolaborasi dengan para peneliti dari berbagai institusi, baik institusi dari dalam maupun luar China. Hasil penelitian telah dipublikasikan di jurnal The Innovation.

Radiasi matahari permukaan adalah istilah umum untuk komponen radiasi matahari yang diterima oleh permukaan Bumi, termasuk sinar ultraviolet, cahaya tampak (visible light), inframerah, dan radiasi elektromagnetik lain dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, radiasi ini merupakan faktor kunci yang memengaruhi perubahan iklim, produksi pertanian, dan penerapan energi surya.

"Teknologi pengindraan jauh pada satelit memiliki kontinuitas data yang kuat dan cakupan yang luas. Teknologi ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk memantau perubahan dalam radiasi matahari permukaan," kata peneliti AIR Husi Letu sekaligus pemimpin penelitian ini.

Secara khusus, tim peneliti mengintegrasikan beberapa satelit geostasioner generasi baru ke dalam sistem GSNO.

Melalui jaringan multisatelit, sistem ini mencapai pemantauan resolusi spasial temporal (spatiotemporal) yang tinggi pada skala hampir global dengan akurasi deteksi yang lebih baik.

"Saat ini, sistem GSNO mampu menyediakan data pemantauan radiasi matahari permukaan berskala hampir global dengan resolusi spasial 5 km dan frekuensi pengamatan satu kali per jam," kata seorang peneliti AIR Shi Chong.

Sebagai contoh, data radiasi gelombang pendek dapat mendukung penggunaan sumber daya energi matahari secara efektif. Data radiasi yang aktif secara fotosintesis dapat memberikan dasar baru untuk estimasi hasil pertanian dan estimasi penyerap karbon ekologis, sedangkan data ultraviolet diharapkan dapat diterapkan untuk bidang kesehatan masyarakat, jelas Shi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |