Tanah Datar (ANTARA) - Jalur Lembah Anai, Sumatera Barat yang kembali dibuka penuh selama 24 jam pascabencana mendorong mobilitas masyarakat yang memicu kemacetan panjang akibat penerapan sistem satu arah (one way).
Pantauan ANTARA di lapangan, Senin (23/3), arus lalu lintas mulai tersendat tepat setelah titik penyekatan jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai, tepatnya dari batas Kota Padang Panjang hingga kawasan Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar.
Kemacetan dengan kendaraan mengular hingga lebih dari 7 kilometer tersebut diperparah dengan adanya Pasar Koto Baru yang beroperasi setiap Senin, serta masuknya kendaraan dari sejumlah jalur alternatif yang menambah kepadatan.
ANTARA mencatat 1 kilometer perjalanan, ditempuh dalam waktu hampir 1 jam.
Meski puluhan petugas lalu lintas Polda Sumatera Barat telah disiagakan di berbagai titik, lonjakan volume kendaraan pada periode Lebaran membuat waktu tempuh meningkat signifikan.
Baca juga: Kala pohon pinang jadi pengingat sujud penyintas bencana
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang terpantau relatif lancar hingga memasuki kawasan Lembah Anai. Kepadatan baru terjadi di sekitar Pasar Koto Baru, tempat petugas melakukan penyekatan untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Padang.
Jalur Lembah Anai sebelumnya sempat terputus total akibat bencana yang merusak badan jalan dan akses utama penghubung Bukittinggi-Padang via Lembah Anai. Pemerintah kemudian memberlakukan operasional terbatas seiring proses perbaikan yang belum rampung.
Dalam rangka menghadapi arus Lebaran, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memastikan ruas Sicincin-Padang Panjang KM 64 dibuka 24 jam khusus kendaraan roda empat mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri.
Pembukaan jalur ini semula direncanakan pada H-7, namun dipercepat menjadi H-10 berkat percepatan pekerjaan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
Adapun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerapkan sistem satu arah Padang-Bukittinggi pada pukul 10.00-14.00 WIB, serta Bukittinggi-Padang pada pukul 14.00-18.00 WIB, yang berlaku pada 22 hingga 24 Maret 2026.
Baca juga: Ratapan di atas pusara tanpa nama
Baca juga: Wisata di Singkarak catat lonjakan kunjungan seiring pemulihan bencana
Baca juga: Mode hening dalam merayakan Lebaran di Hutananbolon
Baca juga: Festival rakik-rakik, cahaya yang menyala di tengah luka Maninjau
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026


















































