Legislator DIY: Pancasila jangan berhenti sebatas hafalan

1 day ago 2

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Suwanto menekankan nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus menjadi pedoman dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Eko di Yogyakarta, Minggu, mengatakan semangat Sinau Pancasila perlu terus dihidupkan sebagai upaya memahami nilai-nilai dasar negara melalui sejarah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun persatuan," katanya.

Menurut dia, keberagaman Indonesia sejak awal telah menjadi bagian penting dalam membangun bangsa sehingga dialog dan keterbukaan harus terus dirawat agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.

Persatuan Indonesia, kata dia, tidak cukup dijaga dengan semboyan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menghindari ujaran kebencian, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.

"Nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila perlu terus disemai agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Eko dalam sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY bersama DPRD DIY pada Sabtu (22/8).

Eko juga mengingatkan sejarah Yogyakarta yang pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia pada 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949.

Menurut dia, sejarah tersebut penting untuk terus ditelusuri dan didokumentasikan agar generasi mendatang memahami peran Yogyakarta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Jangan sampai generasi ke depan mengetahui Yogyakarta hanya sebagai kota budaya dan pariwisata, tetapi lupa bahwa kota ini pernah menjadi pusat perjuangan mempertahankan Indonesia," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DIY Retno Dwi Hastuti mengingatkan masyarakat untuk menghindari ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan.

Menurut dia, keberagaman harus dirawat dengan membangun sikap saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperuncing perbedaan.

Retno mengatakan lingkungan pendidikan, keluarga, media, dan masyarakat perlu bersama-sama membangun budaya komunikasi yang sehat sehingga keberagaman tidak sekadar diterima, tetapi menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan Indonesia.

Baca juga: Pemkot Jayapura: Kampung Pancasila tingkatkan kecintaan terhadap NKRI

Baca juga: Merawat Pancasila dari gang kampung

Baca juga: Dari barisan ke kampung

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |