Layanan premium RS Harapan Kita cegah pasien berobat ke luar negeri

21 hours ago 2
Fasilitas di sini sudah enggak kalah dengan RS di luar negeri, jadi yang biasa ke luar negeri, bisa ke sini

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta bekerja sama dengan Tokushukai Medical Group menghadirkan layanan premium untuk mencegah aliran pasien yang berobat ke luar negeri.

"Fasilitas di sini sudah enggak kalah dengan RS di luar negeri, jadi yang biasa ke luar negeri, bisa ke sini. Nanti, teman-teman para dokter Tokushukai juga akan datang di sini, dokter-dokter ahlinya, dan mereka punya ahli dunia yang akan datang untuk praktik di sini. Jadi, enggak usah orang-orang itu ke luar negeri lagi," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu.

Menkes juga mengemukakan, Tokushukai juga akan memberikan layanan robot canggih Da Vinci-5 untuk memberikan penanganan penyakit-penyakit kardiovaskular, termasuk jantung.

"Tokushukai akan memberikan robot paling canggih, itu namanya Da Vinci Five, akan datang di bulan November 2026 masuk ke sini, di Indonesia belum ada selama ini, jadi nanti akan dipakai untuk melayani pasien-pasien kita," ujar dia.

Baca juga: Kemenkes-Tokushukai jadikan RS Harapan Kita pusat pendidikan jantung

Sementara itu, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota mengemukakan, meski memberikan layanan premium bagi pasien yang ingin mendapatkan fasilitas setara rumah sakit wisata dunia, pelayanan untuk pasien BPJS Kesehatan tetap diutamakan.

"Kita menerima pasien BPJS Kesehatan ada sekitar 70-80 persen, tetapi, gedung ini nanti akan digunakan sebagian besar untuk private wing di lantai enam ke atas, yang lantai enam ke bawah itu cuma BPJS, ini salah satunya untuk mengurangi aliran pasien ke luar negeri," ucap Iwan.

Ia melanjutkan, RS kelas dunia akan bersatu di Harapan Kita dengan menghadirkan dokter-dokter ahli dari luar negeri, termasuk Jepang untuk memberikan pendidikan, pelatihan, sekaligus memperluas layanan kardiovaskular bagi masyarakat di Indonesia.

"Mereka akan berpraktik rutin di sini dengan regulasi yang ada, dan kemudian ada juga permintaan dari beberapa dokter dari China, mereka minta untuk berpraktik di sini. Jadi, mudah-mudahan bisa mengurangi aliran pasien yang keluar. Selain itu, kami memang masih tetap dengan proporsi pasien BPJS, itu masih terlayani di sini," kata Iwan.

Kolaborasi pemerintah Indonesia bersama Tokushukai ini mampu meningkatkan kapasitas rumah sakit dari sekitar 400 tempat tidur menjadi sekitar 800 tempat tidur.

CEO Tokushukai Medical Group Shinichi Higashiue menegaskan, pihaknya menargetkan pusat pendidikan dan pelatihan jantung di RSJPD Harapan Kita mampu menjadi yang terbesar se-Asia.

"Bangunan ini akan memberikan layanan kardiovaskular yang paling canggih, dan kami ingin menjadikan institusi ini salah satu pusat pendidikan dan pelatihan jantung terbesar di Asia," ucap Shinichi.

Baca juga: Menkes: Integrasi, modernisasi RS 3 Berlian investasi anak-anak RI

Baca juga: Kemenkes: kerjasama dengan Jepang tingkatkan kapasitas operasi jantung

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |