Kurangi anak tak sekolah, Kemendikdasmen perkuat Pendidikan Jarak Jauh

1 week ago 2
Dalam lima hingga enam tahun terakhir, penurunan angka ATS tidak signifikan. Kalau melihat data Susenas BPS 2020, angkanya hampir sama dengan kondisi hari ini

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap memperkuat penyelenggaraan layanan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) guna menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih mencapai sekitar 4 juta murid per Juni 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan sekitar 54 persen dari angka ATS tersebut merupakan anak yang benar-benar belum bersekolah, sementara sisanya merupakan anak putus sekolah maupun mereka yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Kami punya concern besar untuk mengatasi persoalan yang sudah lama menjadi perhatian bersama, yaitu masih tingginya angka ATS. Dalam lima hingga enam tahun terakhir, penurunan angka ATS tidak signifikan. Kalau melihat data Susenas BPS 2020, angkanya hampir sama dengan kondisi hari ini,” kata Wamendikdasmen Fajar dalam kegiatan Taklimat Media Pendidikan Jarak Jauh di Jakarta pada Kamis.

Baca juga: Kemendikdasmen: Program PJJ jangkau anak tidak sekolah terutama di 3T

Menurut Wamendikdasmen Fajar, persoalan ATS menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026.

Regulasi tersebut mengelompokkan ATS menjadi tiga kategori, yakni anak yang tidak pernah bersekolah, anak putus sekolah, serta anak yang tidak melanjutkan pendidikan.

Kondisi itu lantas mendorong Kemendikdasmen mencari pendekatan baru agar layanan pendidikan dapat menjangkau kelompok yang selama ini belum tersentuh oleh sistem pendidikan formal.

Salah satu langkah yang dipilih, kata dia, ialah memperkuat penyelenggaraan PJJ dengan memperbaharui landasan hukum hingga tata kelola pelaksanaannya.

Baca juga: Kemendikdasmen: PJJ model konsorsium bikin pembelajaran jadi fleksibel

“Sejak tahun lalu Pak Menteri meminta kami mencari model baru pengembangan sistem PJJ. Kami sudah melakukan piloting dan mulai 3 Agustus 2026 akan dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak untuk peserta didik PJJ,” ujar Wamendikdasmen Fajar.

Adapun penyelenggaraan PJJ bagi ATS tahun ini siap melibatkan 132 satuan pendidikan di berbagai daerah sebagai sekolah penyelenggara PJJ.

"Kami memperluas skala penyelenggaraan. Kalau perluasan ini berhasil, Insya Allah tahun depan dilakukan secara nasional," kata Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.

Baca juga: Mendikdasmen paparkan sejumlah langkah tekan angka anak putus sekolah

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |