Sampit (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menyampaikan penyebab kebakaran kapal TB Batara VII di sebuah area docking di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
"Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan lebih lanjut. Dalam musibah ini, satu orang menderita luka, satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan di lapangan," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas III Sampit Capt. Indra Novel di Sampit, Minggu.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengapresiasi aksi cepat, sinergi dan kekompakan instansi terkait dalam penanganan pemadaman kebakaran kapal pada Sabtu (28/3).
"Fokus utama saat kejadian adalah memadamkan kebakaran. Kita bersama-sama berusaha maksimal dalam penanganan insiden itu," jelasnya.
Baca juga: TNI evakuasi jenazah penumpang yang jatuh dari kapal Ferry di APBS
Hotman menilai insiden kebakaran kapal TB Batara VII itu merupakan musibah yang tidak diinginkan siapa pun. Untuk itu semua pihak dari instansi terkait bahu-membahu menanganinya, mulai memadamkan api hingga mengevakuasi korban.
"Sinergi dan kolaborasi yang sangat apik dan baik oleh semua instansi menunjukkan komitmen dan kebersamaan kita dalam memberikan tenaga untuk bersama-sama dalam menangani kejadian ini," tegas Hotman.
Sementara itu, Pimpinan PT. Nusantara Docking Sejahtera Seftervianus Franklin menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Pria yang akrab disapa Hansen juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
Baca juga: Tim gabungan cari korban kapal tenggelam di Pulau Biawak Indramayu
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur Multazam menyampaikan, informasi dihimpun di lapangan, kebakaran diperkirakan terjadi pukul 17.30 WIB.
Kebakaran yang disertai suara ledakan, membuat warga sekitar panik dan menduga pemicunya adalah sambaran petir karena saat itu memang sedang gerimis.
"Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kejadian bermula dari akibat sambaran petir ke mesin pompa tongkang yang akhirnya terdengar suara ledakan satu kali sehingga mengeluarkan api dan asap," tambah Multazam.
Satu peleton personel BPBD bersama tim pemadam kebakaran gabungan beberapa instansi berupaya memadamkan kebakaran. Upaya terkendala karena diduga ada bahan bakar minyak di kapal yang terbakar sehingga api cukup sulit dipadamkan.
Situasi kebakaran akhirnya dapat dilokalisir sekitar 20.15 WIB. Selanjutnya dilakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan berakhir sekitar pukul 20.30 WIB.
Korban luka langsung diberikan pertolongan. Sementara itu saat melakukan penyisiran di kapal yang terbakar, tim menemukan jasad seseorang yang dalam kondisi sudah memprihatinkan. Pencarian juga dilakukan di sungai setelah tim mendapat informasi ada salah satu pekerja lainnya yang belum diketahui nasibnya karena belum ditemukan usai kebakaran disertai ledakan tersebut.
Baca juga: Dua korban kapal tenggelam Kabupaten Donggala dinyatakan hilang
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Norjani
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































