Moskow (ANTARA) - Pemerintah Spanyol menutup pos perbatasan Beni Ansar, satu-satunya akses perbatasan Spanyol dan Maroko di Melilla, setelah para imigran mencoba menerobos barikade untuk memaksa masuk ke wilayah Spanyol.
Seperti dilaporkan kantor berita internasional Spanyol, EFE, Kamis (30/7), pasukan keamanan pun menggagalkan upaya-upaya para imigran tersebut untuk masuk secara ilegal ke wilayah Spanyol.
Laporan tersebut juga mengungkapkan patroli kepolisian telah dikerahkan ke pos perbatasan tersebut serta beberapa titik lain di perbatasan.
Penutupan pos perbatasan di Melilla itu dilakukan di tengah meningkatnya krisis migrasi terhadap dua kota otonom Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan dengan Maroko.
Sebelumnya, ribuan pemuda Maroko berkumpul di perbatasan antara Maroko dan Ceuta. Pihak berwenang Spanyol kemudian mengerahkan pasukan tambahan ke kota tersebut yang terdiri atas kepolisian nasional, pasukan militer, serta penjaga sipil.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Spanyol akan kirim pasukan atasi krisis imigran di Ceuta
Baca juga: Wali kota Ceuta minta Spanyol kerahkan petugas pengamanan perbatasan
Baca juga: 20.000 migran menyeberang ke kota otonom Spanyol di Afrika Utara
Baca juga: Spanyol panggil dubes Italia usai usulan penangguhan Schengen
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































