Kriminal sepekan, adopsi ilegal hingga dugaan ijazah palsu Jokowi

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa kriminal yang terjadi selama sepekan terakhir masih menarik untuk dibaca hari ini antara lain waspadai modus adopsi ilegal hingga perkembangan dugaan kasus ijazah palsu Jokowi.

Berikut rangkumannya:

Pelaku dapat keuntungan besar dari pengoplosan gas bersubsidi

Para pelaku pengoplosan gas bersubsidi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapatkan keuntungan besar pada aksi penyuntikan gas dari gas bersubsidi ke gas non subsidi.

“Praktik ini memberikan keuntungan fantastis bagi para pelaku secara instan dari penjualan barang tersebut tanpa menyadari bahaya yang dilakukan akibat aksi tersebut,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini.

Pandji Pragiwaksono dicecar 63 pertanyaan

Pandji Pragiwaksono telah selesai diperiksa oleh Polda Metro Jaya dan pada agenda klarifikasi tersebut, komika atau pelawak tunggal itu dicecar sebanyak 63 pertanyaan.

"Tadi dimulai kurang lebih dari jam 10.30 lewat. Ada 63 pertanyaan, baru selesai," kata Kuasa Hukum Pandji, Haris Azhar saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Baca selengkapnya di sini.

Waspadai modus adopsi ilegal

Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang Polda Metro Jaya mengajak masyarakat untuk mewaspadai modus adopsi ilegal.

"Jangan mudah untuk percaya pada penawaran-penawaran pengasuhan anak dengan uang yang tentu tidak seimbang dengan nilai atau dengan sanksi pidana yang akan ikut menjerat bagi siapapun yang mengetahui adanya tindak pidana perdagangan orang," kata Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perdagangan Orang (PO), Kombes Polisi Rita Wulandari Wibowo di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini.

Puluhan karung potongan uang kertas di TPS Bekasi milik BI

Sebanyak 21 karung yang diduga berisi potongan uang kertas rupiah dengan kondisi sudah dicacah, pada tempat penampungan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, milik Bank Indonesia (BI).

"Kami juga sudah koordinasi dengan BI bahwa benar itu cacahan uang darinya, uang lama dari BI," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya di sini.

Polda Metro sampaikan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi

Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) pada tersangka klaster dua, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma.

"Kemarin pada hari Senin (2/2) sudah kami 'update' jadi berkas perkara klaster dua tersangka Roy Suryo cs itu sudah dikirim kepada Kejaksaan tapi ada pengembalian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |