Kriminal Kemarin, motif penganiayaan aktivis KontraS hingga pelecehan

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan kriminal dan keamanan terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (16/4), mulai dari motif penganiayaan aktivis KontraS hingga pelecehan santri oleh ustadz.

Simak rangkuman berita berikut ini:

1. Motif penganiayaan aktivis KontraS diduga dendam pribadi

Kepala Oditur Militer II-07 Jakarta Kolonel Chk Andri Wijaya mengungkapkan motif empat terdakwa prajurit TNI kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus diduga mengarah pada dendam pribadi.

Baca di sini

2. Oditur Militer serahkan 11 barang bukti kasus Aktivis KontraS

Oditurat Militer II-07 Jakarta menyerahkan 11 barang bukti terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, bersamaan dengan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Baca di sini

3. Polisi tangkap pelaku pencabulan terhadap anak di Sukapura Jakut

Polres Metro Jakarta Utara menangkap pria berinisial M (49) yang diduga melakukan aksi kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 9 tahun di Jalan Belibis Komplek Wali Kota Kelurahan Sukapura Kecamatan, Cilincing Jakut.

Baca di sini

4. Pemotor tewas terlindas bus dekat tanjakan flyover Pesing Jakbar

Seorang pengendara sepeda motor berinisial FM (24) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di dekat tanjakan flyover Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis pagi.

Baca di sini

5. Diimingi sekolah ke Mesir jadi modus dugaan ustaz lecehkan santri

Ustaz Abi Makki sebagai saksi mengatakan korban diimingi sekolah ke Mesir yang menjadi modus pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry atau SAM atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap para santrinya di kawasan Bogor.

Baca di sini

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |