Changsha (ANTARA) - Kompleks Perumahan Long di Provinsi Hunan, China tengah, merupakan permukiman bersejarah yang pertama kali dibangun pada masa Dinasti Song (1127-1279) dengan bangunan yang sebagian besar terbuat dari batu bata dan kayu.
Saat ini, sebanyak 48 rumah tinggal masih berdiri kokoh di kompleks kuno tersebut, yang dihubungkan oleh lorong-lorong berbatu yang saling bersilangan. Rumah-rumah tinggal tersebut mencakup lebih dari 100 ruangan, serta 17 prasasti dan 128 pasang kuplet kaligrafi kuno.
Pada 2013, kompleks perumahan kuno ini terdaftar sebagai unit perlindungan peninggalan budaya utama nasional China.

Seorang warga desa menyiapkan makan malam di Kompleks Perumahan Long di Jiantou, Xintian, Yongzhou, Provinsi Hunan, China tengah, pada 8 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Chen Zhenhai)
Suasana bagian dalam Kompleks Perumahan Long di Jiantou, Xintian, Yongzhou, Provinsi Hunan, China tengah, pada 8 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Zhao Zhongzhi)
Seorang turis mengunjungi kompleks perumahan kuno Long di Jiantou, wilayah Xintian, yang terletak di Yongzhou, Provinsi Hunan, China tengah, pada 8 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Zhao Zhongzhi)
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 8 Mei 2026 ini menunjukkan rombongan pelajar sedang mengunjungi kompleks perumahan kuno Long di Jiantou, wilayah Xintian, yang terletak di Yongzhou, Provinsi Hunan, China tengah. (ANTARA/Xinhua/Zhao Zhongzhi)
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 8 Mei 2026 ini menunjukkan kompleks perumahan kuno Long di Jiantou, wilayah Xintian, yang terletak di Yongzhou, Provinsi Hunan, China tengah. (ANTARA/Xinhua/Chen Zhenhai)
Seorang warga desa menunjukkan sebuah jendela kecil yang berfungsi sebagai lubang mengintip dan tempat lampu minyak di Kompleks Perumahan Long di Jiantou, Xintian, Yongzhou, Provinsi Hunan, China tengah, pada 8 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Zhao Zhongzhi)Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































