Nunukan, Kaltara (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati mengapresiasi keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang di Lumbis Pansiangan, Nunukan, Kalimantan Utara, yang dinilai menjadi simbol kehadiran negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Saya kaget ternyata ada bangunan yang kokoh, indah, dan memiliki nilai seni. Dari sini terlihat sungai dan gunung yang menjadi beranda Indonesia,” ujarnya di Nunukan, Minggu.
Rahmati menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke PLBN Labang pada Jumat (29/5). Ia menilai bangunan tersebut memiliki desain yang kokoh serta menyatu dengan keindahan alam sekitar.
Ia mengatakan keberadaan PLBN Labang juga memberikan fasilitas yang memadai bagi petugas maupun masyarakat, termasuk listrik, air bersih, dan sarana penunjang lainnya.
Baca juga: Labang bakal jadi pusat perekonomian di utara Kalimantan
Rahmawati juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional PLBN tersebut. Menurut dia, sekitar empat puluh tenaga kerja yang bertugas merupakan warga setempat.
“Saya senang karena sekitar empat puluh karyawan di PLBN ini berasal dari masyarakat lokal,” katanya.
Ia berharap PLBN Labang tidak hanya berfungsi sebagai tempat lalu lintas masyarakat lintas negara, tetapi juga sebagai penguatan pengawasan di wilayah perbatasan.
“Dengan adanya bangunan ini, kita menegaskan bahwa perbatasan benar-benar dijaga,” ujarnya.
Untuk mencapai lokasi, Rahmawati dan rombongan menempuh perjalanan darat sekitar tujuh hingga delapan jam dari Tanjung Selor menuju Mansalong, kemudian dilanjutkan perjalanan sungai sekitar empat hingga delapan jam menggunakan perahu bermesin tempel.
Diketahui, PLBN Labang yang dibangun dan diresmikan era Presiden RI ke-7 Joko Widodo, 2 Oktober 2024 ini sangat unik dan mungkin satu-satunya di Indonesia, yang lalu lintasnya hanya jalur sungai dan pelintasnya menggunakan perahu.
Pewarta: Agus Salam
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































