Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos), bantuan modal usaha, tali asih, hingga zakat kepada ribuan penerima manfaat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.
"Jadi ini adalah proses dalam memastikan bantuan kepada penerima manfaat bisa maksimal, penerimanya ada yang Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Jawara terus Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) Plus," kata Khofifah di Pendopo Agung, Kabupaten Malang.
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, untuk penerima manfaat PKH Plus di Kabupaten Malang terdapat 2.083 keluarga yang menerima bansos, 135 jiwa menerima bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD), dan 12 jiwa bantuan modal KIP Putri Jawara.
Kemudian, delapan jiwa menerima bantuan KIP Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Jawara, 108 jiwa menerima bantuan KIP Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jawara, dan 55 jiwa mendapatkan bantuan permakanan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA).
Sebanyak 222 orang pendamping hingga taruna siaga bencana (tagana) menerima bantuan operasional dan tali asih serta 50 jiwa menjadi penerima zakat produktif.
"Harapannya bisa menstimulus program yang kami inginkan, yakni kemandirian ekonomi. Jadi memang ada juga yang sifatnya charity (amal)," ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Jatim salurkan bantuan keuangan Rp3 miliar
Sementara itu, Kepala Dinsos Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan total bantuan yang diserahkan kepada ribuan penerima manfaat mencapai Rp7 miliar lebih.
Nilai yang disalurkan juga telah mencakup bantuan untuk Badan Usaha Milik Desa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa dengan total penerima sembilan desa.
"Kami transfer uangnya langsung ke rekening penerima bansos sampai bantuan keuangan khusus (BKK) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk Kabupaten Malang. Semua yang tadi saya sampaikan itu dari APBD (Jawa Timur)," ucapnya.
Restu menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan menjadi bentuk bantalan sosial sekaligus menguatkan perekonomian masyarakat sehingga bisa terlepas dari kemiskinan.
Sedangkan, bagi para pendamping penerima manfaat bansos, bantuan ini sebagai bentuk apresiasi dan fasilitas melaksanakan tugas asistensi.
Restu menambahkan, proses pemantauan dan pemutakhiran data penerima manfaat sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Baca juga: Pemprov Jatim salurkan bantuan untuk warga Pulau Bawean
"Ketika belum pernah mendapatkan bantuan silahkan laporan ke kami terus dicek untuk desilnya berapa, kalau dia desil 1 sampai 5 bisa diusulkan dan diverifikasi," ujar dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































