Kepala sekolah apresiasi revitalisasi 2025 yang dukung pembelajaran

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Para kepala sekolah terharu dan bangga saat peresmian 33 satuan pendidikan hasil revitalisasi 2025 di Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Lima Puluh Kota, karena sekolah-sekolahnya kini berdiri kokoh dengan fasilitas serta sanitasi yang layak.

Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, Kepala SDN 11 Bukit Aput Puhun Kota Bukittinggi Elmiyanti mengatakan sejak berdiri puluhan tahun lalu, dia menyebut sekolahnya belum pernah tersentuh bantuan renovasi gedung. Baru pada 2025 sekolahnya dimasukkan dalam program tersebut, dan merasakan bantuan yang berdampak positif bagi proses pembelajaran.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, kini sekolah kami sudah bebas dari banjir. Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat baru bagi sekolah kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang jauh lebih baik ke depannya, khususnya untuk anak-anak di Kota Bukittinggi," katanya.

Senada, Kepala SDN 66 Payakumbuh Bayu Prayitno juga turut mengungkapkan dampak positif program revitalisasi. Dia menuturkan bahwa sebelumnya, seluruh murid di sekolahnya kesusahan mengakses toilet. Beberapa di antara mereka bahkan harus menahan buang air hingga sampai pulang ke rumah.

"Puji syukur tahun 2025 sekolah kami terpilih mendapatkan program revitalisasi ini. Sekolah kami menerima menu revitalisasi satu toilet dan satu ruang UKS," katanya.

Baca juga: Kemendikdasmen tuntaskan revitalisasi 349 sekolah di Sumbar

Setelah program revitalisasi, katanya, anak-anak sangat senang, mereka dapat bergantian menggunakan toilet tersebut, dan pihaknya juga menambahkan fasilitas untuk wudhu.

Kepala SMA Negeri 2 Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Arjus Putra juga merasa sangat bersyukur sekolahnya mendapatkan satu ruang guru dan satu ruang kelas pada revitalisasi 2025. Sebelum revitalisasi, ia mengatakan bahwa para guru harus menggunakan ruang perpustakaan dan sebagian kelas sebagai ruang kantor.

Kini, para guru sudah memiliki ruang tersendiri dan perpustakaan juga telah berfungsi sepenuhnya sebagai tempat baca para murid. Dia berharap, revitalisasi terus berlanjut di tahun berikutnya, sehingga sekolahnya kembali mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tambahan ruang kelas.

"Sekolah kami terletak di perbatasan antara Sumatera Barat dan Riau. Sebagai sekolah yang berada di pelosok, kami merasa senang pemerintah telah memberi perhatian melalui program revitalisasi," terang Arjus.

Baca juga: Kemendikdasmen gelontorkan Rp1,3 miliar bangun kelas darurat di Sumbar

Kepala TK Aisyah Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota Nurmis Madiati juga menyebutkan bahwa selama 16 tahun, sekolahnya menumpang di Pondok Pesantren Al Kautsar dengan segala keterbatasan fasilitas. Kini, dia sangat bersyukur sekolahnya telah berdiri dengan megah berikut status kepemilikan yang jelas.

"Sejak pertama kali gedung ini digunakan, para murid dan orang tua sangat senang. Revitalisasi membuat mereka sangat bersemangat untuk ke sekolah, bermain, belajar, dan berinteraksi bersama rekan-rekannya," kata Nurmis.

Dengan segala fasilitas yang sudah bagus, dia berharap sekolahnya dapat mewadahi antusiasme tinggi masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di TK Aisyah Sarilamak.

Baca juga: Pemerintah tambah 60 ribu revitalisasi sekolah terdampak bencana-3T

Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah tambah 60.000 unit tahun ini

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |