Kementerian Kebudayaan dorong penguatan ekosistem budaya berbasis data

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dalam rangka mendorong upaya penguatan ekosistem kebudayaan berbasis data.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kegiatan Ngisi Bareng Kuesioner Sensus Ekonomi 2026 bagi Pelaku Usaha Bidang Kebudayaan menyampaikan bahwa sensus ekonomi sangat penting untuk memperkuat basis data tentang kegiatan ekonomi berbasis kebudayaan.

Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta pada Jumat, dia menyampaikan bahwa hasil sensus ekonomi bisa memberikan gambaran mengenai struktur, skala, dan kontribusi ekonomi berbasis budaya terhadap perekonomian nasional.

"Data menjadi bagian dari infrastruktur kebijakan. Dengan data yang tepat, kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, menentukan prioritas secara lebih terukur, serta merancang intervensi yang sesuai dengan kondisi nyata pelaku dan ekosistem kebudayaan," katanya.

Kementerian Kebudayaan mendukung penyediaan basis data yang lebih presisi mengenai ekosistem ekonomi budaya, yang akan dijadikan sebagai dasar dalam pemetaan potensi serta penyusunan kebijakan.

Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya basis data yang akurat dalam penyusunan kebijakan dan intervensi pemajuan kebudayaan terukur berbasis bukti.

"Kita perlu memahami sektor yang memiliki potensi pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja serta mengidentifikasi kebutuhan nyata dalam ekosistem kebudayaan agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.

Baca juga: Fadli sebut kebudayaan bisa jadi kekuatan ekonomi dan diplomasi

Kementerian Kebudayaan menyampaikan perlunya pencatatan kontribusi ekosistem ekonomi berbasis budaya yang mencakup berbagai lapangan usaha dan profesi secara lebih utuh dalam sistem klasifikasi statistik nasional.

"Kita perlu memastikan bahwa aktivitas dan kontribusi ekonomi budaya juga terbaca secara memadai di dalamnya," kata Menteri Kebudayaan.

"Dengan basis data yang semakin kuat, kita dapat memperkuat posisi kebudayaan sebagai binding power, source of identity, engine of growth, serta instrumen diplomasi dan soft power Indonesia," katanya.

Kementerian mendorong pemetaan ekonomi berbasis kebudayaan dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) untuk menunjukkan dinamika aktivitas ekonomi berbasis budaya beserta para pelakunya.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyampaikan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, Sensus Ekonomi 2026 dirancang mencakup pendataan kontribusi aktivitas ekonomi di bidang kebudayaan terhadap keseluruhan perekonomian.

Data-data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya bisa digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana pembangunan di bidang kebudayaan.

Baca juga: Investasi budaya berdampak pada pariwisata dan ekonomi kreatif

Baca juga: Kemenbud-Danantara teken MoU perkuat ekosistem kebudayaan

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |