Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal dilakukan meski dalam suasana libur Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025, dengan kesiapsiagaan tim guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.
"Para petugas kesehatan hewan (keswan) disiagakan 24 jam sehari untuk memastikan kesehatan dan keamanan ternak, khususnya sapi, yang banyak didistribusikan selama momentum Idul Fitri," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Agung Suganda dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia menuturkan strategi pengendalian PMK terus diperkuat, termasuk melalui vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta respons cepat terhadap kasus yang terdeteksi.
"Kami telah menginstruksikan seluruh petugas keswan di daerah untuk siaga penuh selama Lebaran. Hal ini penting agar distribusi ternak tetap berjalan lancar dan ternak yang dikonsumsi masyarakat tetap sehat dan aman," ujar Agung.
Agung menyebutkan bahwa saat ini jumlah petugas kesehatan hewan sekitar 6.800 orang tersebar di seluruh daerah.
Menurut dia, pusat kesehatan hewan (puskeswan) di berbagai daerah juga tetap beroperasi untuk menangani laporan dari peternak maupun masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait telah dikoordinasikan agar langkah mitigasi dapat segera dilakukan jika ditemukan indikasi kasus PMK di lapangan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi isu PMK. Konsumsi daging tetap aman selama diolah dengan benar. Pemanasan pada suhu 70 derajat Celsius selama 30 menit dapat menonaktifkan virus PMK yang mungkin ada pada daging.
"Mari kita jaga kesehatan hewan ternak kita demi ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas selama Lebaran. Petugas keswan siap bekerja 24 jam 7 hari untuk memastikan pengendalian PMK berjalan optimal," tutur Agung.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Kementan Imron Suandy mengatakan stok vaksin PMK tetap tersedia dan akan terus diberikan kepada ternak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Berdasarkan hasil evaluasi nasional per 3 April 2025, pelaksanaan vaksinasi PMK telah mencapai 1,73 juta dosis. Angka ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, sebagian provinsi mampu mencapai target vaksinasi di atas 70 persen dan di beberapa provinsi telah mencapai 100 persen.
Pengawasan lalu lintas ternak di jalur-jalur distribusi utama juga diperketat untuk memastikan tidak ada ternak yang terinfeksi berpindah antarwilayah tanpa pemeriksaan yang ketat.
"Kami mengimbau para peternak dan pedagang ternak untuk tetap mematuhi protokol biosekuriti, memastikan ternaknya divaksinasi, dan segera melapor jika ada gejala PMK pada hewan ternak mereka," kata Imron.
Baca juga: Kementan pastikan pengendalian PMK tetap optimal jelang Idul Fitri
Baca juga: BPOM-Kementan teken MoU tingkatkan daya saing produk pertanian
Baca juga: Kementan: Tren kasus PMK di Sinjai turun berkat penanganan masif
Baca juga: Karantina Kepri pastikan sapi dari Natuna bebas PMK
Baca juga: Distankan: Sebanyak 25 ekor ternak di Rejang Lebong terjangkit PMK
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025