Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung investasi peternakan sapi perah di Jawa Tengah (Jateng) guna meningkatkan produksi susu nasional serta memperkuat swasembada dan kesejahteraan peternak.
"Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT. Global Dairi Bersama diharapkan membawa dampak positif," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.
Adapun investasi itu dilakukan PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan rencana pengembangan populasi hingga 30.000 ekor sapi perah dan kapasitas produksi hingga 180.000 ton susu per tahun.
Menurut Agung langkah itu memberikan dampak positif antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sosial di wilayah Kabupaten Brebes dan Jawa Tengah.
Ia menuturkan investasi itu menjadi salah satu pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi di Indonesia yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan susu dalam negeri.
Agung menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong swasembada pangan, khususnya komoditas susu.
Lebih lanjut Agung mengatakan pemerintah tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga memastikan dukungan konkret bagi peternak melalui fasilitasi pembiayaan, penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta jaminan penyerapan hasil produksi.
Kementerian Pertanian mencatat, kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai 8,5 juta ton pada 2029, sementara produksi dalam negeri masih belum mencukupi.
"Kondisi ini membuka peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan skala usaha dan produktivitas," kata Agung.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem peternakan, investasi mega farm itu tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas di sektor hulu dan hilir.
Pengembangan hijauan pakan ternak hingga sekitar 2.000 hektare per tahun diproyeksikan mampu memberdayakan sekitar 5.000 petani di Brebes dan wilayah penyangga.
Selain itu, program penggemukan pejantan sapi perah sekitar 7.000 ekor per tahun turut membuka peluang kemitraan bagi sekitar 8.000 peternak di Brebes dan kabupaten sekitarnya.
Pemerintah menegaskan percepatan investasi itu merupakan bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang melibatkan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem peternakan secara menyeluruh.
Dengan langkah tersebut, tambah Agung, peternak tidak hanya memperoleh peluang peningkatan produksi, tetapi juga kepastian usaha dan pasar, seiring kehadiran negara dalam mengawal investasi dan kebijakan di subsektor peternakan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam mendukung percepatan investasi tersebut.
Ia juga mendorong percepatan implementasi di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan.
“Target produksi bisa tercapai paling lambat tahun 2027, dan jika memungkinkan, groundbreaking atau grand opening dapat dilakukan pada bulan Mei,” kata Luthfi.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investasi yang masuk ke wilayahnya dan menekankan dampak strategis bagi daerah.
Menurut Paramitha, investasi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Investasi ini tentu menjadi peluang besar bagi masyarakat Brebes, terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” kata Paramitha..
CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri menyampaikan investasi itu dirancang sebagai kawasan peternakan sapi perah terintegrasi yang tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga pemberdayaan peternak dan keberlanjutan lingkungan.
“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektare dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun," katanya.
Investasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga dua kali lipat serta memperkuat kemitraan dengan peternak dalam ekosistem industri susu nasional.
Baca juga: Mentan perkuat irigasi perpompaan tingkatkan produktivitas pertanian
Baca juga: Kementan dorong inovasi dan investasi peternakan nasional
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































