Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan transportasi laut untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan, mobilisasi personel dan pemulihan konektivitas bagi masyarakat terdampak gempa di Flores ,Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Transportasi laut siap mendukung upaya penanganan bencana. Apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan, pihaknya dapat melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dengan lebih cepat dan efektif.
Selain itu, pengamanan dan pemeriksaan fasilitas pelabuhan untuk memastikan konektivitas dan pelayanan transportasi laut tetap berjalan dengan aman.
Menurut dia, transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung percepatan penanganan bencana, khususnya untuk menjangkau wilayah terdampak dan mendistribusikan kebutuhan masyarakat.
“Prioritas kami adalah memastikan transportasi laut dapat mendukung penanganan bencana, baik untuk distribusi bantuan kemanusiaan maupun mobilisasi personel," ujarnya.
Di saat yang sama, kata dia, keselamatan tetap menjadi perhatian utama sehingga kondisi fasilitas pelabuhan terus dipantau dan diperiksa.
Ia mengatakan transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung percepatan penanganan bencana, khususnya untuk menjangkau wilayah terdampak dan mendistribusikan kebutuhan masyarakat.
Dukungan transportasi laut diprioritaskan untuk pengangkutan logistik kebutuhan dasar, peralatan penanganan bencana, tenaga medis, relawan, serta personel yang terlibat dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana, Kementerian Perhubungan memberikan pembebasan tarif 100 persen untuk pengiriman bantuan logistik kemanusiaan menggunakan kapal "public service obligation" (PSO) PT Pelni.
Baca juga: Menhub pastikan distribusi logistik pascagempa NTT tak terganggu
Baca juga: Kemenhub perkuat Bandara Blangkejeren dukung kesiapsiagaan bencana
Pembebasan tarif juga diberikan kepada personel yang bertugas dalam penanggulangan bencana, seperti TNI, Polri, tenaga medis dan relawan resmi. Sementara itu, dukungan biaya asuransi bagi muatan bantuan kemanusiaan akan difasilitasi melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelni.
Pengangkutan bantuan kemanusiaan telah dilaksanakan melalui KM Tidar milik PT Pelni yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju wilayah terdampak gempa dengan membawa bantuan logistik yang dihimpun dari KSOP Tanjung Perak, PT Pelindo, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dan pemangku kepentingan terkait serta masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, susu dan makanan bayi, serta berbagai kebutuhan lainnya untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan dari kantor pusat Kemenhub juga akan dilakukan melalui jalur laut, yang akan dikirim menggunakan KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026 dengan tujuan Maumere, Larantuka, Lewoleba dan Kupang.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menyalurkan bantuan logistik melalui Kapal Negara (KN) NIPA milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Kupang.
Bantuan berupa sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda tersebut diberangkatkan dari Kupang pada Selasa (18/8) untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Flores.
KN NIPA bertolak dari Pelabuhan Kupang pada Selasa (18/8) pukul 00.31 WITA dan telah tiba pada Kamis (20/8), dengan pembongkaran bantuan dipusatkan di Pelabuhan Reo dan Maropokot yang termasuk wilayah terdampak cukup parah.
Selain mengangkut bantuan, KN NIPA juga melaksanakan pemantauan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) di perairan Flores untuk memastikan keselamatan pelayaran dan mendukung kelancaran pergerakan kapal di wilayah NTT pascagempa.
Baca juga: Kemenhub periksa keamanan infrastruktur pelabuhan pascagempa NTT
Baca juga: Pelni Makassar-Pelindo buka layanan gratis pengiriman bantuan ke NTT
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































