Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membantu pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mencari jenazah hingga kerangka prajurit korban perang dunia II yang berada di wilayah Indonesia.
Bantuan tersebut diberikan berdasarkan nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani pihak Kementerian Pertahanan dan militer Amerika Serikat di Washington D.C., Senin (13/4).
"Pada prinsipnya merupakan bentuk kerja sama kemanusiaan dan historis untuk penelitian, pencarian, pemulihan, identifikasi, dan repatriasi sisa-sisa kerangka jenazah personel militer Amerika Serikat dari Perang Dunia II," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Rico menjelaskan MoU Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) itu ditandatangani Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Republik Indonesia Mayjen TNI Agus Widodo dengan Direktur DPAA, Kelly K McKeague di hadapan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan US Secretary of War Pete Hegseth.
Rico menilai kerja sama ini merupakan bentuk komitmen dan penghormatan terhadap prajurit yang sudah gugur di medan perang. Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk memulangkan jenazah kepada keluarganya di Amerika Serikat.
Kendati demikian, Rico menegaskan kerja sama ini tidak secara otomatis memberikan kewenangan bagi pihak Amerika Serikat untuk masuk ke wilayah Indonesia.
"Kerja sama tersebut dilaksanakan hanya atas persetujuan tertulis Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan harus sepenuhnya sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan Indonesia," tegas Rico.
Dia mengatakan dalam praktiknya, kegiatan ini tidak boleh kepentingan masyarakat lokal serta harus melindungi lingkungan, nilai sejarah, dan memberikan manfaat sosial, akademik, ekonomi bagi daerah lokasi kegiatan.
Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, Rico berharap hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat semakin menguat.
Baca juga: Kemenhan tegaskan otoritas udara RI masih di bawah kendali pemerintah
Baca juga: Kemenhan RI bangun kerja sama militer dengan militer Amerika Serikat
Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































