Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) berkolaborasi dengan multipihak untuk menyediakan sanitasi layak guna mencegah stunting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Perwakilan BKKBN Provinsi NTB menyediakan sanitasi layak melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan membangun jamban sehat bagi satu keluarga yang memiliki ibu hamil di Desa Narmada, Kecamatan Narmada, pada Rabu (20/5) dengan dukungan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
"Bantuan pembangunan jamban sehat ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan solusi konkret bagi keluarga sasaran. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kita tidak hanya membantu menyediakan sanitasi yang layak, tetapi juga membangun lingkungan sehat," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Johari Efendi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Untuk mendukung tumbuh kembang generasi masa depan, BKKBN menghadirkan Genting sebagai bentuk implementasi kepedulian sosial terhadap keluarga berisiko stunting, termasuk meningkatkan dukungan dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Desa Narmada dan Kepala Desa Narmada yang turut berpartisipasi membantu penyediaan tambahan bahan serta pekerja bangunan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jamban sehat tersebut.
Pembangunan jamban sehat ini dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting di desa itu karena berdasarkan data, sebanyak 179 keluarga memiliki risiko stunting dengan 13 keluarga di antaranya belum memiliki jamban yang layak.
Perwakilan BKKBN Provinsi NTB juga memberikan edukasi kepada keluarga terkait betapa penting sanitasi, pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi ibu hamil, serta upaya pencegahan stunting sejak dini.
Selain itu, berbagai bantuan juga telah disalurkan kepada keluarga sasaran, seperti bantuan nutrisi berupa telur dan susu yang berasal dari berbagai pihak, baik perorangan maupun komunitas.
"Kami berharap gerakan seperti ini terus diperluas dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, sehingga tercipta keluarga NTB yang sehat, mandiri, dan berkualitas," tutur Johari.
Baca juga: Kemendukbangga: Kualitas SDM tanpa stunting mesti jadi agenda nasional
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































