Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah dua kali lipat jumlah sekolah penerima program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan di wilayah 3T.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Teluk Bintuni terus diperkuat melalui peningkatan signifikan alokasi bantuan pada tahun 2026.
“Untuk revitalisasi tahun 2026 terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini sudah ada perjanjian kerja sama untuk 25 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari 20,7 milyar,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu.
Mu'ti menegaskan revitalisasi sekolah bukan hanya pembangunan fisik saja melainkan bagian dari upaya negara menghadirkan keadilan, layanan pendidikan hingga ke wilayah dengan tantangan akses paling tinggi.
Seluruh pembangunan itu, kata dia, tetap akan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna memastikan pembangunan berjalan lebih efektif tepat sasaran sekaligus melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaannya.
Berkenaan dengan penguatan dukungan tersebut, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy pun mengatakan kunjungan kerja Mendikdasmen merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masa depan sumber daya manusia di Papua Barat.
“Kehadiran Bapak Menteri menjadi semangat baru bagi kami untuk terus membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan. Program revitalisasi ini sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan layak bagi anak anak kami. Kami berharap dukungan revitalisasi ini terus berlanjut agar seluruh anak di Teluk Bintuni mendapatkan lingkungan belajar yang berkualitas,” kata Yohanes.
Dampak program tersebut turut dirasakan langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Manimeri Floriba Hurim.
Ia menyampaikan revitalisasi telah menghadirkan perubahan besar terhadap kenyamanan dan kualitas pembelajaran di sekolahnya.
Baca juga: Mendikdasmen perkuat digitalisasi pangkas kesenjangan di Teluk Bintuni
Baca juga: Kemendikdasmen mulai revitalisasi 809 sekolah di NTT TA 2026
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































