Jakarta (ANTARA) - PP PBSI menjadikan Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai ajang evaluasi untuk mematangkan persiapan tim nasional Indonesia menuju Piala Thomas dan Uber 2026 yang akan bergulir Forum Horsens, Denmark, pada 24 April - 3 Mei.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan keikutsertaan Indonesia di BATC tidak semata-mata berorientasi pada hasil, melainkan sebagai bagian dari proses penilaian kesiapan pemain, khususnya generasi muda, dalam menghadapi turnamen beregu internasional.
“BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup. Karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda,” kata Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu.
Menurut Eng Hian, ajang tersebut menjadi sarana penting untuk menilai performa individu, mental bertanding, serta penerapan strategi tim sebelum menyusun komposisi skuad untuk Piala Thomas dan Uber.
Baca juga: Indonesia terhenti di semifinal BATC 2026 usai kalah 1-3 dari Korsel
Selain aspek evaluasi, BATC juga memiliki nilai strategis dalam menambah poin peringkat dunia para atlet yang diturunkan, yang akan berdampak pada posisi Indonesia di turnamen-turnamen berikutnya.
Dari sisi hasil, Eng Hian mengapresiasi pencapaian tim beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai target. Ia mengungkapkan penampilan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi serta kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan performa yang solid menjadi catatan positif untuk persiapan menuju Piala Uber.
Tim putri terhenti di semifinal setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan di Conson Gymnasium, Qingdao, China, Sabtu (7/2).
Hasil tersebut menyamai pencapaian dua tahun sebelumnya, yakni terhenti di babak empat besar setelah pada BATC 2024 kalah 1-3 dari Thailand. Prestasi terbaik tim putri Indonesia hingga kini masih menjadi juara pada edisi 2022 setelah menundukkan Korea Selatan 3-1 di final.
Baca juga: Tim putra Indonesia ikuti jejak tim putri tersingkir di semifinal BATC
Sementara itu, hasil tim beregu putra belum sesuai target karena Indonesia menargetkan lolos ke final. Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan tersingkir di semifinal setelah kalah 1-3 dari Jepang. Eng Hian menyebut performa sejumlah pemain masih perlu ditingkatkan menjelang Piala Thomas.
Meski demikian, ia memberikan kredit khusus kepada sektor tunggal putra yang menunjukkan perkembangan positif. Moh Zaki Ubaidillah, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Richie Duta Richardo disebut makin matang dalam menghadapi pertandingan beregu.
Eng Hian pun berharap pencapaian medali perunggu yang diraih tim putra dan putri Indonesia di BATC 2026 dapat menjadi tambahan motivasi dan kepercayaan diri bagi para pemain untuk meraih prestasi lebih tinggi di ajang-ajang berikutnya.
Baca juga: PBSI rilis kalender kompetisi 2026 dari level junior hingga elite
Baca juga: BWF apresiasi sukses Indonesia Masters 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































