Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan tiga pilar komitmen pemerintah untuk membawa rumah sakit pemerintah menembus standar layanan kesehatan kelas dunia yakni peningkatan kualitas layanan, penguatan pendidikan dan penelitian, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Menurut dia, peningkatan mutu layanan rumah sakit saat ini sudah mulai terlihat, salah satunya melalui reformasi sistem remunerasi tenaga medis yang lebih adil dan berbasis kinerja. Namun ia mengingatkan agar setiap rumah sakit tetap berpegang pada penilaian yang objektif.
“Kualitas layanan itu yang menilai seharusnya pasien, bukan kita sendiri. Salah satu ukurannya adalah ketika standar kita sudah diakui dan mulai dipercaya oleh pasien dari luar negeri,” kata Budi dalam ajang 3rd RS Kemenkes Awards yang menjadi momentum apresiasi atas transformasi rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.
Pada aspek pendidikan, dia menekankan pentingnya pengembangan kompetensi dokter spesialis agar memiliki daya saing dan standar internasional. Selain itu, Kemenkes menargetkan peningkatan jumlah riset klinis (clinical trial) hingga 200 persen di lingkungan rumah sakit Kemenkes sebagai upaya memperkuat inovasi dan kemandirian kesehatan nasional.
Baca juga: Perkembangan alat kesehatan dinilai jadi tantangan sekaligus peluang
Dia mengatakan, ajang 3rd RS Kemenkes Awards tahun ini memberikan penghargaan pada 21 kategori, mencakup rumah sakit dan pimpinan yang dinilai unggul dalam transformasi layanan, mutu pelayanan, kepemimpinan, inovasi, serta pengalaman pasien.
Adapun beberapa rumah sakit yang berhasil meraih penghargaan dalam pilar-pilar tersebut antara lain:
Pilar Peningkatan Kualitas Layanan & Inovasi: Best Quality Hospital (Indikator Mutu Terbaik): RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso.
Rumah Sakit dengan Inovasi Terbaik: RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, dan RSUP Fatmawati.
Rumah Sakit dengan Hospitality Terbaik: RS Kanker Dharmais, RSUP Dr. Sitanala, dan RSAB Harapan Kita.
Pilar Penguatan Pendidikan dan Penelitian:
Penyelenggara Unit Riset Klinis Terbaik: RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP dr. M. Djamil, dan RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono.
Baca juga: RSCM pastikan beri layanan medis masyarakat dari semua kelas sosial
Best Teaching Hospital: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
RS Penyelenggara Pendidikan Utama Terbaik: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Mata Cicendo, dan RSAB Harapan Kita.
Pilar Tata Kelola, Kepemimpinan & Transformasi Menyeluruh:
Best Transformation Hospital: RSUP dr. Kariadi.
Best CEO: Eniarti (Direktur Utama RSUP dr. Sardjito).
Tingkat Maturitas BLU Kategori "Luar Biasa": RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Kariadi, dan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.
Melalui penghargaan ini, pihaknya berharap rumah sakit penerima tidak hanya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga terus meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan inovasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi rumah sakit pemerintah menuju layanan berkelas dunia.
Baca juga: BPJS: Rumah sakit tak boleh tolak pasien termasuk PBI nonaktif
Baca juga: Mendiktisaintek: Rumah Sakit Unhas perkuat layanan kesehatan nasional
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































