Jakarta (ANTARA) - Kelompok peretas bernama World Leaks membobol salah satu perusahaan pembuat perangkat Apple di India dan mencuri sejumlah besar data rahasia.
Laman Gizchina, Sabtu (21/8) waktu setempat, melaporkan total data yang dicuri mencapai lebih dari 630 GB, yang tersebar dalam lebih dari 200.000 file. Seluruh data tersebut kemudian dipublikasikan di dark web.
Kebocoran itu mencakup dokumen teknik asli untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, informasi mengenai chip A20 Pro yang akan digunakan Apple, serta spesifikasi modem baru.
Enam file bahkan mencantumkan nama pemasok secara lengkap yang bertanggung jawab atas sejumlah komponen penting, termasuk prosesor, baterai, dan kamera.
Baca juga: Apple mungkin hanya bekali "variable aperture" di iPhone 18 Pro Max
Selain itu, terdapat foto prototipe iPhone yang sedang menjalani uji jatuh, serta dokumen setebal 52 halaman yang menjelaskan aturan pengendalian kualitas milik Apple.
Menariknya, file teknik milik Tesla juga ditemukan dalam data yang bocor. Hal itu terjadi karena pabrik yang sama, Tata Electronics, memproduksi komponen untuk kedua perusahaan tersebut.
Apple hampir tidak pernah membiarkan pihak luar melihat secara mendalam proses pembuatan produknya. Kerahasiaan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu perusahaan tetap unggul dari para pesaing. Karena itu, kebocoran informasi dalam jumlah sebesar ini menjadi masalah serius.
Situasinya semakin mengkhawatirkan karena kebocoran terjadi beberapa bulan sebelum iPhone 18 Pro dijadwalkan meluncur. Apple mengandalkan perangkat tersebut untuk menjadi salah satu produk dengan penjualan besar pada tahun ini.
Serangan tersebut tidak secara langsung menyasar Apple, melainkan salah satu mitra manufakturnya. Hal inilah yang juga membuat perusahaan lain khawatir.
Baca juga: Apple ditolak CXMT atas permintaan DRAM murah untuk lini iPhone 18
Banyak pabrik menjalankan sistem bisnis sehari-hari mereka dalam jaringan yang sama dengan lini produksi. Artinya, satu serangan siber dapat membocorkan informasi rahasia tanpa harus menyentuh sistem yang berada langsung di area produksi.
Ini juga bukan kali pertama kejadian serupa terjadi. Pada 2021, peretas menyerang Quanta Computer di Taiwan, perusahaan yang memproduksi MacBook untuk Apple, dalam serangan yang sangat mirip.
Untuk saat ini, Tata mengatakan seluruh operasional di pihaknya berjalan lancar. Apple belum memberikan banyak pernyataan kepada publik selain mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui dan mengkhawatirkan kejadian tersebut.
Meski terjadi kebocoran besar tersebut, iPhone 18 Pro tetap dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini, sesuai dengan rencana.
Baca juga: Apple ingin tekan biaya layar iPhone 18 Pro Max
Baca juga: Apple selidiki kebocoran data yang ungkap informasi iPhone 18 Pro
Baca juga: Bocoran kapasitas baterai iPhone 18 Pro & iPhone 18 Pro Max terungkap
Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































