Kasus temuan senjata di sekolah, polisi identifikasi pelaku lewat DNA

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mengidentifikasi pelaku yang masuk atau pernah berkontak dengan ruangan yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata di sebuah sekolah di Jakarta Selatan melalui sampel tes DNA.

"DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut," kata Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech di Jakarta, Senin.

Alpino mengatakan petugas telah mengambil seluruh sampel DNA dari tiga ruangan tersebut untuk mengetahui pihak yang pernah berada maupun berkontaminasi di dalam ruangan.

Tiga ruangan tersebut yakni ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana yayasan sekolah.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui pihak yang masuk ke ruangan penyimpanan senjata tersebut.

Alpino juga meluruskan penyebutan lokasi sebagai bunker. Menurutnya, ruangan tersebut bukan bunker, melainkan basement yang terhubung dengan ruangan lainnya.

"Sebetulnya itu bukan bunker, sebetulnya itu basement yang terconnecting dengan ruangan. Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek," ujarnya.

Polisi juga telah memeriksa bagian basement tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya temuan lain. Namun, Alpino menyebut tidak ada temuan di lokasi yang disebut bunker tersebut.

Selain pemeriksaan ruangan, polisi juga mengecek keberadaan kamera pengawas atau CCTV di lokasi. Hasilnya, tidak ditemukan kamera CCTV di area tersebut.

Sementara itu, setelah proses pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai dilakukan, pihak yayasan telah diperbolehkan kembali menjalankan aktivitas di sekolah usai dinyatakan steril.

"Tadi kami sudah konfirmasi kepada pelaksana tugas (Plt) Ketua Pengurus dan juga kuasa hukumnya, dari pihak yayasan menyatakan sudah cukup dan mereka sudah bisa melakukan aktivitasnya lagi," kata dia.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mengambil sebanyak 30 item dari olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah temuan senjata airsoft gun kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca juga: Polisi olah TKP di sekolah temuan senjata dan narkoba di Jaksel

Baca juga: Polisi bantah lamban tangani kasus temuan senjata di sekolah Jaksel

Baca juga: Polisi tak temukan barang bukti dalam bunker di sekolah swasta Jaksel

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |