Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tunis, Tunisia, menyoroti pentingnya nilai historis dan revolusioner saat memulai rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81 dengan "Merdeka Summer Run" di Tunis, Minggu (9/8).
"Kami ingin menanamkan pentingnya kembali, bahwa kemerdekaan Indonesia mempunyai makna historis dan revolusioner di masa lalu. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sebagaimana tertuang dalam konstitusi," kata Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, dalam sebuah pernyataan, Senin (10/8).
Pernyataan itu dia sampaikan saat mulai memimpin langsung kegiatan yang diikuti oleh ratusan warga negara Indonesia di Tunisia dan diadakan dari Jalan Habib Bourgaiba di jantung Kota Tunis ke Jalan Sukarno.
"Kami memulai kegiatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Tunisia dengan kegiatan Merdeka Summer Run dari patung Ibnu Khaldun di Jalan Habib Bourgaiba, jantung Kota Tunis, hingga Jalan Sukarno di Buhaira, Tunis," kata Dubes.
Dubes mengatakan dirinya ingin meningkatkan kesadaran di antara generasi muda tentang pentingnya menanam kembali makna historis dan revolusioner dari HUT Kemerdekaan RI.
Dubes juga menambahkan bahwa pendidikan sejarah sekaligus upaya-upaya untuk menumbuhkan budaya hidup sehat penting untuk dipahami oleh generasi muda, kader-kader bangsa.
"Kami ingin agar generasi muda, khususnya para mahasiswa Indonesia di Tunisia mempunyai kesadaran sejarah, sebagaimana pesan Bung Karno agar kita jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah)," katanya.
"Kita perlu meneladani "persahabatan Bung Karno dan Habib Bourgaiba. Kami juga ingin agar generasi muda kita mempunyai budaya hidup sehat, sebab akal yang sehat terdapat dalam fisik yang sehat," demikian katanya.
Baca juga: Dubes Zuhairi ajak pemuda jadikan Pancasila inspirasi bangun RI
Baca juga: KBRI Tunis gelar diskusi buku Gus Dur soroti kemanusiaan, perdamaian
Baca juga: Resepsi diplomatik Indonesia di Beijing suguhkan kekhasan Tanimbar
Pewarta: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































