Kanal "Teman Cerita" untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan meluncurkan kanal "Teman Cerita" sebagai wadah konselor sebaya di sekolah untuk mencegah berbagai persoalan remaja, mulai dari perundungan (bullying), seks bebas, hingga kekerasan.

"Bukan hanya terkait kekerasan saja, tetapi juga bullying, kekerasan, seks bebas, narkoba, kesehatan reproduksi, hingga pendewasaan usia perkawinan menjadi objek edukasi anak-anak sebaya ini," kata Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan kanal tersebut dibentuk agar pelajar memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan kepada teman sebayanya yang telah mendapatkan pelatihan.

Kanal 'Teman Cerita' diharapkan dapat membuka secara luas berbagai permasalahan yang ada di sekolah-sekolah.

"Program ini diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan yang kerap dialami remaja," ujar Rizky.

Dia menjelaskan siswa yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) akan dibekali dengan kemampuan dasar untuk menerima curahan hati teman-temannya sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dihadapi.

Baca juga: Kesehatan mental remaja kunci bangun lingkungan belajar yang nyaman

Apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kata dia, siswa tersebut akan menghubungkan temannya dengan layanan profesional, seperti UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) maupun layanan kesehatan.

Menurut Rizky, anggota konselor sebaya dipilih dari siswa yang memiliki kepedulian terhadap teman-temannya, seperti pengurus OSIS maupun perwakilan kelas yang bersedia menjadi relawan.

Jumlah konselor di setiap sekolah tidak dibatasi. Namun, rata-rata sekolah memiliki lima hingga tujuh anggota PIK-R yang akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan.

Selain itu, program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pendidikan, serta Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui sosialisasi yang dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah di Jakarta Selatan.

Rizki menambahkan layanan "Teman Cerita" menggunakan sistem percakapan (chat) dengan akses gratis 24 jam sehingga siswa dapat menyampaikan persoalannya kepada konselor sebaya.

"Kita ingin memastikan anak-anak tidak curhat ke orang yang salah. Kalau memang membutuhkan penanganan lebih profesional, nanti akan disalurkan ke layanan yang sesuai," ungkap Rizky.

Baca juga: Fasilitas olahraga di kolong flyover Jaktim untuk ruang kreatif remaja

Baca juga: Ikuti program laporkan kebaikan teman, empati remaja Jakarta meningkat

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |