Kamis pagi, udara Jakarta menduduki urutan ketiga terburuk di dunia

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Jakarta pada Kamis pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB menempati peringkat ketiga terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 162, sehingga masuk ke dalam kategori tidak sehat. Masyarakat pun dianjurkan agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia urutan pertama, yaitu Kinshasa (Kongo) dengan indeks kualitas udara di angka 208, kemudian Kuching (Malaysia) pada urutan kedua dengan indeks kualitas udara di angka 199.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara di ibu kota.

Baca juga: Pramono sambut baik kehadiran laman pemantau kualitas udara di Jakarta

Strategi pertama, yakni memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Kedua, yaitu menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030, mengingat saat ini, sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Strategi ketiga, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.

Baca juga: Pemprov DKI sebut HBKB tekan polusi udara

Baca juga: Pemprov DKI ajak warga jaga kualitas udara lewat #SatuLangkahDulu

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |