Garut (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Jawa Barat, mencatat jumlah penumpang yang berangkat selama masa angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat mencapai 13.076 orang atau terjadi kenaikan sebesar enam persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
"Kumulatif penumpang berangkat tahun 2025 periode sama 12.299, perbandingan 2026 dengan 2025 naik enam persen," kata Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo saat dihubungi dari Garut, Minggu.
Ia menuturkan, Stasiun Garut melayani dua kereta api (KA) komersial jarak jauh yakni KA Papandayan relasi Stasiun Garut-Gambir, Jakarta, dan KA Cikuray relasi Stasiun Garut-Pasar Senen, Jakarta.
Dua KA komersial itu, kata dia, selama 22 hari musim angkutan Lebaran 2026 tercatat angka pemberangkatan penumpang di Stasiun Garut sebanyak 13.076 orang, dan kedatangan ke Stasiun Garut sebanyak 15.451 orang.
Baca juga: Libur Paskah, penumpang kereta dari Jakarta capai 30 ribu orang
"Ini hanya kereta jarak jauh KA Cikuray dan Papandayan," katanya.
Ia menyebutkan, jumlah penumpang paling tinggi pada 30 Maret 2026 sebanyak 828 orang, dan kedatangan paling tinggi pada 24 Maret 2026 sebanyak 901 orang.
Layanan KA di Stasiun Garut yang baru diaktifkan kembali sejak 2022 itu, kata dia, cukup diminati masyarakat yang berangkat maupun datang ke Garut karena dinilai tepat waktu, aman, dan nyaman.
"KA menjadi favorit masyarakat karena tepat waktu, aman, dan nyaman," katanya.
Baca juga: KCIC pastikan operasional Whoosh aman di tengah cuaca ekstrim
KA relasi jarak jauh di Stasiun Garut setiap harinya KA Cikuray maupun KA Papandayan hanya satu kali pemberangkatan dan kedatangan.
Kuswardojo menyebutkan jumlah penumpang saat musim Lebaran lebih banyak dibandingkan dengan jumlah harian yang rata-rata 250 sampai 300 penumpang.
"Kalau 'daily', rata-rata penumpang harian di angka 250 sampai dengan 300-an," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































