Kadin optimalkan 32 mitra dapur SPPG untuk perluas MBG di Sultra

5 hours ago 6
Kadin juga mendorong pengusaha lokal untuk turut menyukseskan pembangunan dapur SPPG, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)

Kendari (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengoptimalkan 32 unit dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Anoa.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa saat ditemui di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya menginstruksikan pengurus di daerah untuk mempercepat pengoperasian seluruh dapur SPPG yang bermitra dengan Kadin.

Ia menyebutkan bahwa hal ini bertujuan agar manfaat program tersebut segera dirasakan oleh pelajar dan penerima manfaat lainnya secara merata.

"Saya meminta rekan-rekan Kadin di Sultra untuk berpartisipasi aktif dalam membangun dan mengelola dapur MBG ini," kata Erwin.

Baca juga: Pemprov Papua Pegunungan dorong pengawasan MBG bersama SPPG

Erwin juga menekankan bahwa selain mengejar target pembangunan, Kadin wajib memastikan bahan baku makanan bersumber dari hasil pertanian, perkebunan dan UMKM lokal.

"Saat ini Kadin Sultra telah merangkul banyak pelaku UMKM untuk menjadi penyuplai dapur MBG. Ini adalah upaya agar program pemerintah pusat tidak hanya memenuhi gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Kadin juga mendorong pengusaha lokal untuk turut menyukseskan pembangunan dapur SPPG, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program strategis pemerintah pusat di daerah.

Baca juga: BGN: Penghentian MBG sampai satu bulan bukan penyesuaian normal

"Kami akan bersinergi untuk melaksanakan program pemerintah pusat di Sultra," jelasnya.

Koordinator MBG Kadin Sultra Marwan A Bey merincikan bahwa dari total 32 dapur mitra Kadin, sebanyak 17 unit SPPG telah beroperasi sejak tahun 2025 dan 2026 dengan cakupan 51.000 penerima manfaat.

"Satu dapur mampu menyuplai kebutuhan gizi bagi 3.000 orang. Saat ini, 15 dapur sisa sedang kami kebut pengoperasiannya agar rampung di 2026," jelas Marwan.

Dapur MBG mitra Kadin tersebut tersebar di berbagai wilayah, meliputi Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Kendari, Baubau, Konawe Selatan, Buton Tengah, Muna, dan Muna Barat. Konsentrasi pembangunan terbanyak berada di Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah.

Baca juga: Pemprov Sulbar pastikan standar keamanan pangan Program MBG

Marwan memastikan bahwa selama 17 dapur tersebut beroperasi, tidak ditemukan kendala teknis maupun insiden kesehatan seperti keracunan makanan atau makanan basi. Hal ini didukung oleh pengawasan ketat terhadap rantai pasok dari penyuplai.

"Setiap pengelola dapur diwajibkan menjaga kualitas bahan baku sebelum diolah. Peralatan harus higienis dan proses distribusi diawasi oleh ahli gizi," tegas Marwan.

Seluruh operasional dapur mitra Kadin ditekankan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan keamanan dan kualitas pangan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Ratusan siswa di Bandarlampung diduga keracunan MBG

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |