Jakarta (ANTARA) - Jersi timnas Senegal untuk Piala Dunia 2026 tidak akan menampilkan bintang kedua yang seharusnya melambangkan gelar Piala Afrika 2025, setelah gelar tersebut dicabut secara kontroversial.
Produsen perlengkapan olahraga Puma merilis jersi untuk Piala Dunia 2026 pada Jumat (20/3), dengan jersi Senegal hanya menampilkan satu bintang yang menandai kesuksesan mereka di Piala Afrika 2021.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menjelaskan dalam pernyataan resmi bahwa tenggat produksi menjadi alasan belum dimasukkannya bintang kedua. FSF menambahkan bahwa jersi baru dengan dua bintang saat ini sedang diproduksi dan dijadwalkan tersedia pada September.
“FSF ingin mengklarifikasi situasi terkait reaksi atas peluncuran jersi baru tim nasional yang hanya menampilkan satu bintang,” demikian pernyataan FSF, dikutip dari laman resminya.
“Produksi jersi ini telah dimulai sejak Agustus 2025 oleh pemasok kami, Puma, sebelum Piala Afrika terakhir berlangsung. Setelah kemenangan kami, tenggat produksi dan kendala industri membuat proses tersebut tidak dapat dihentikan.”
Senegal sebelumnya mengalahkan Maroko 1-0 pada final Piala Afrika 2025 pada Januari. Namun pada Selasa, Konfederasi Sepak bola Afrika (Confederation of African Football/CAF) menyatakan hasil tersebut dibatalkan, dengan Senegal dinyatakan kalah walkover dan Maroko ditetapkan sebagai juara.
Baca juga: Senegal ajukan banding atas polemik juara Piala Afrika 2025
FSF juga menegaskan bahwa jersi dengan dua bintang tetap akan dirilis, sembari meminta maaf atas kebingungan yang terjadi dan berterima kasih kepada suporter atas dukungan mereka.
Sementara itu, jersi timnas Maroko untuk Piala Dunia, yang juga diproduksi oleh Puma, tidak menampilkan bintang, baik untuk gelar Piala Afrika 1976 maupun gelar 2025 yang baru diberikan.
Jersi Maroko saat mengikuti Piala Afrika 2025 juga tidak menyertakan bintang untuk gelar 1976.
Dalam laga final sebelumnya, Senegal menang berkat gol perpanjangan waktu dari Pape Gueye. Namun, CAF kemudian menyatakan bahwa Senegal kalah 0-3 karena dianggap melanggar regulasi setelah meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
FSF menyebut keputusan tersebut tidak adil dan menyatakan akan mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Pemerintah Senegal juga menyerukan investigasi terhadap dugaan korupsi di tubuh CAF dan berencana menempuh jalur hukum.
Pada Piala Dunia 2026, Senegal akan tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, serta pemenang play-off antarkonfederasi.
Baca juga: Leverkusen ucapkan selamat kepada Maroko atas gelar Piala Afrika
Baca juga: Idrissa Gueye beri pesan menyentuh setelah polemik juara Piala Afrika
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































