Jerman siap amankan Selat Hormuz setelah gencatan senjata

4 hours ago 3

Berlin (ANTARA) - Kanselir Jerman, Friedrich Merz, Kamis (16/4), mengatakan bahwa Jerman siap berkontribusi secara militer untuk mengamankan Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara AS dan Iran.

Berbicara pada konferensi pers dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin setelah pertemuan mereka di Berlin, Merz menegaskan kembali dukungan untuk inisiatif diplomatik guna mempertahankan gencatan senjata dan melanjutkan negosiasi.

"Kami sepakat bahwa tidak akan ada perdamaian abadi di kawasan ini tanpa solusi diplomatik. Ini membutuhkan kesepakatan yang layak dan kuat. Dalam konteks ini, harus jelas bahwa program nuklir militer Iran harus dihentikan. Iran tidak boleh memperoleh bom nuklir," katanya.

Ditanya tentang pertemuan Jumat (17/4) di Paris, yang akan diselenggarakan bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Merz mengatakan Jerman siap berkontribusi untuk mengamankan Selat Hormuz, asalkan syarat hukum dan politik terpenuhi.

"Pada prinsipnya, kami siap untuk berpartisipasi dalam mengamankan jalur transit. Ini membutuhkan penghentian permusuhan. Setidaknya, dibutuhkan gencatan senjata sementara," katanya kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa keterlibatan militer Jerman apa pun akan membutuhkan mandat hukum internasional, sebaiknya dari PBB. Setelah itu, Jerman perlu menyetujui misi tersebut, diikuti dengan pemungutan suara di parlemen.

"Kita masih jauh dari itu," tegas Merz.

Dia menolak berkomentar tentang laporan media bahwa angkatan laut Jerman sedang mempersiapkan kapal penyapu ranjau untuk kemungkinan pengerahan, dengan mengatakan bahwa rincian misi yang mungkin dan potensi kontribusi Jerman akan dibahas pada pertemuan di Paris.

Sumber: Anadolu

Baca juga: CENTCOM: 14 kapal berbalik arah usai 72 jam blokade AS di Iran

Baca juga: Kemenlu Iran: Blokade AS dapat rusak gencatan senjata

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |