Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Jepang untuk ASEAN Yonetani Koji menilai Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) perlu diperkuat untuk mengatasi berbagai tantangan perdagangan dan investasi yang berkembang di kawasan.
RCEP merujuk pada perjanjian perdagangan bebas yang mempertemukan negara anggota ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia) dengan lima mitra dagang yang terdiri dari China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
“Jepang dan semua negara peserta harus terlibat dalam diskusi mendalam untuk memastikan bahwa Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional menjadi aturan yang benar-benar menyelesaikan tantangan regional,” kata Dubes Yonetani dalam wawancara bersama ANTARA dalam program International Corner di Jakarta, Kamis.
Duta besar Jepang untuk ASEAN itu lebih lanjut menilai bahwa RCEP menjadi semakin penting di tengah menurunnya keandalan perdagangan global seraya menekankan pentingnya memastikan implementasi aturan RCEP yang telah disepakati agar berjalan secara nyata dan transparan di seluruh negara peserta.
Menurut dia, ASEAN bersama mitra dagang perlu menjamin adanya implementasi yang nyata dan transparan dari kemitraan ekonomi regional yang telah ada.
“Jepang siap mendukung implementasi aturan-aturan tersebut di masing-masing negara, termasuk dalam bidang seperti e-commerce, digitalisasi ekonomi, serta perlindungan kekayaan intelektual,” ucapnya.
Yonetani menambahkan bahwa negara-negara peserta RCEP menghadapi berbagai tantangan perdagangan dan investasi, termasuk ketidakseimbangan yang semakin meningkat.
Oleh karenanya, dia memandang penting untuk melihat akar penyebabnya agar kemudian diatasi melalui penguatan aturan dalam kemitraan ekonomi regional.
“Kita perlu melihat akar penyebab dari ketidakseimbangan yang semakin besar ini dan berupaya memperkuat aturan-aturan yang terintegrasi dalam kemitraan ekonomi regional ini,” kata dia.
Yonetani pun menyoroti rencana dimulainya pembahasan peningkatan atau upgrade RCEP pada 2027. Dalam hal.ini, Jepang bersama seluruh negara peserta perlu terlibat secara serius dalam pembahasan tersebut.
Pembahasan tersebut penting untuk memastikan RCEP dapat menjadi seperangkat aturan yang benar-benar mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara di kawasan, katanya.
Baca juga: Jepang ajak RI bersama ASEAN atasi ketidakseimbangan perdagangan
Baca juga: Jepang ungkap 90 persen program kerja sama dengan ASEAN telah berjalan
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































