Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) mendorong ribuan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di wilayah tersebut menjadi pelopor hidup sehat dan peduli lingkungan di sekolah maupun masyarakat.
"PMR diharapkan dapat menjadi agen perubahan, menjadi pelopor dalam menerapkan pola hidup sehat melalui program pengurangan dan pemilahan sampah," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat menghadiri pelantikan lebih dari 6.000 anggota PMR tingkat Mula, Madya, dan Wira Tahun 2026 di Kantor Walikota Jakarta Timur, Sabtu.
Dalam kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur tersebut, Munjirin menyebut bahwa PMR memiliki peran penting sebagai agen perubahan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, melalui kegiatan PMR, para pelajar tidak hanya dibekali keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga diajarkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, hingga kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui wadah ekstrakurikuler PMR, diajarkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kedisiplinan, serta kemampuan untuk membantu sesama," ujar Munjirin.
Dia turut mengapresiasi PMI Kota Jakarta Timur yang konsisten melakukan pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif dan kemanusiaan.
Munjirin juga memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang aktif mendukung pembinaan PMR di lingkungan pendidikan.
Pelantikan PMR Tahun 2026 tersebut diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Jakarta Timur. Sebelum resmi dilantik, para anggota PMR telah mengikuti orientasi kepalangmerahan dan Pendidikan serta Latihan (Diklat) tujuh materi PMR yang digelar PMI Kota Jakarta Timur pada Februari lalu.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Timur Bambang Pangestu mengatakan pembinaan PMR merupakan bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang peduli, mandiri, dan memiliki jiwa kemanusiaan.
"PMR bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, tetapi wadah pembentukan karakter generasi muda. Kami berharap seluruh anggota PMR mampu menjadi remaja yang peduli terhadap sesama, memiliki keterampilan kepalangmerahan, serta siap menjadi pelopor hidup sehat dan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat," jelas Bambang.
Bambang menambahkan PMI Kota Jakarta Timur akan terus menghadirkan program pembinaan remaja yang sehat, kreatif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Menurutnya, keberadaan PMR menjadi salah satu sarana efektif untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki rasa empati dan tanggung jawab sosial tinggi.
Bambang berharap pembinaan PMR dapat terus berjalan secara berkesinambungan sehingga mampu menciptakan generasi muda yang berkarakter dan siap terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan di tengah masyarakat.
Dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 6.000 orang, PMR Jakarta Timur terus berupaya menjadi kekuatan positif dalam menyebarkan budaya hidup sehat, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.
Baca juga: PMI Jaksel distribusikan 31.010 kantong darah pada 2025
Baca juga: Pemkot Jaksel harap anggota PMR mampu tanam rasa kemanusiaan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































