Jakpus minta siswa manfaatkan fasilitas di sekolah swasta gratis

3 months ago 56

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin meminta kepada para siswa-siswi untuk memanfaatkan fasilitas program sekolah swasta gratis dengan meningkatkan semangat belajar dan membangun karakter yang disiplin.

"Saya berharap siswa-siswi SMK IT YP IPPI dapat menguasai teknologi modern seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), robotik, digitalisasi, dan bahasa asing agar siap bersaing di bursa kerja," kata Arifin saat meninjau ke Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) IT YP Institut Pengembangan Pendidikan Indonesia (IPPI) Petojo yang masuk pada program sekolah swasta gratis dari Pemprov DKI Jakarta, Jumat.

Menurut dia, di Jakarta Pusat terdapat 18 sekolah swasta gratis dari sebanyak 103 sekolah swasta yang masuk pada program sekolah swasta gratis. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua siswa-siswi agar memanfaatkan sekolah swasta gratis dengan baik, serta dapat bersaing.

Arifin menuturkan, seluruh orang tua siswa merasa sangat terbantu dan bahagia karena anak-anak dapat mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.

"Bahkan, motivasi belajar siswa-siswi yang bersekolah di YP IPPI Petojo semakin meningkat," ujarnya.

Ia juga mengajak segenap warga YP IPPI Petojo Jakarta Pusat mulai menerapkan program pengelolaan sampah di lingkungan secara konsisten seperti yang sudah dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK YP IPPI, Yusuf Abdul Aziz mengaku bersyukur bahwa sekolah yang telah berdiri puluhan tahun lamanya masuk dalam program sekolah swasta gratis.

"Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan program sekolah swasta gratis," katanya.

Baca juga: Gubernur DKI buka peluang tambah sekolah swasta gratis di Jakarta

Baca juga: DPRD DKI: Sekolah swasta gratis jadi kunci cegah putus sekolah

Baca juga: Pram tegaskan sekolah swasta gratis tak boleh pungut biaya dari siswa

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |