IPN gandeng Universitas Hasanuddin perkuat riset bibit padi unggul

2 weeks ago 15
Kerja sama ini akan dibiayai oleh PT IPN untuk mendukung penyediaan bibit padi unggul yang menghasilkan padi minimal 12 ton per hektare setiap kali panen

Jakarta (ANTARA) - PT Industri Padi Nusantara (IPN) menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat riset dan pengembangan bibit padi unggul dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian di Tanah Air

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian riset bersama dua mitra lain, Senyuanda Ecological Environmental Group Co. Ltd., dan Guangdong Institute of Modern Agricultural Equipment di Hotel Kunlun, Beijing, China pada 8 April 2026.

“Kerja sama ini akan dibiayai oleh PT IPN untuk mendukung penyediaan bibit padi unggul yang menghasilkan padi minimal 12 ton per hektare setiap kali panen, di lahan persawahan seluas 5.000 hektare milik PT. Silampari Agro Nusantara (SAN), anak usaha PT IPN di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan,” ujar Direktur Utama PT IPN Andi Nursyam Halid dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.

Selain di Musi Rawas, pengembangan bibit padi unggul juga akan diterapkan di lahan pertanian milik PT SAN di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung seluas 5.000 hektare dan di Kabupaten Merauke, Papua seluas 10.000 hektare.

Lebih lanjut, selain kerja sama riset, pihaknya juga menandatangani perjanjian pembiayaan peralatan pembibitan dengan mitra asal China, dengan total investasi mencapai 35 juta euro yang mencakup peralatan agrikultur dari pengolahan lahan hingga panen.

“Semua peralatan tersebut akan dikirim ke lokasi pembibitan dan budidaya padi PT SAN di kabupaten Musi Rawas. Adapun Rice Mill atau penggilingan padi akan segera dibangun di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang berkapasitas 100.000 ton per tahun untuk tahap pertama yang selanjutnya akan di tingkatkan hingga 400.000 ton per tahun,” ujar Andi.

Ia menyampaikan pabrik penggilingan padi itu direncanakan menjadi pusat pengolahan gabah petani di wilayah Tulang Bawang dan sekitarnya dalam kawasan industri terpadu.

Sebelumnya, IPN telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk pembangunan kawasan industri terpadu seluas 1.400 hektare di dekat area budidaya padi.

Sebagai bagian dari penguatan riset, rombongan IPN dan Universitas Hasanuddin juga melakukan studi banding ke fasilitas pengembangan bibit, pabrik peralatan penggilingan padi, serta lokasi penggilingan berkapasitas 160.000 ton per tahun di Yangzhou, Jiangsu, China.

Menurutnya kunjungan tersebut menjadi referensi dalam pengembangan fasilitas laboratorium riset bibit padi unggul di Indonesia yang akan dibangun di Musi Rawas, Tulang Bawang, dan Merauke.

Baca juga: Menko Zulkifli: Bibit padi unggul mampu tingkatkan produksi beras

Baca juga: Padi peranakan Jepang hasil radiasi nuklir dikembangkan di Sulsel

Baca juga: NFA gandeng BRIN-BUMN jaga stok beras dengan tanam padi bibit unggul

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |