Indonesia-Thailand sepakat tingkatkan kerja sama pertahanan, keamanan

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul sepakat untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan pertahanan dengan memaksimalkan mekanisme yang telah dibentuk oleh dua negara yaitu Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue.

Bagi dua pemimpin negara, kejahatan lintas batas merupakan masalah yang harus diatasi bersama, begitu pun dengan tantangan di sektor pertahanan yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.

"Kami mendorong untuk terus mengoptimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama pada isu-isu keamanan dan pertahanan, termasuk melalui ndonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama PM Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Isu keamanan dan pertahanan merupakan bagian dari pembahasan antara dua pemerintahan saat pertemuan bilateral di Istana Merdeka hari ini. Pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan PM Thailand di Jakarta pada 3—4 Agustus 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyoroti secara khusus kejahatan lintas batas seperti penipuan daring (online scam). Di hadapan PM Thailand, Presiden Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Thailand atas bantuan mereka memulangkan hampir 1.000 warga negara Indonesia (WNI) korban penipuan daring tersebut.

"Ini bantuan yang sangat berarti. Ini membuktikan eratnya hubungan antara Indonesia dan Thailand. Sekali lagi Yang Mulia, atas nama bangsa dan rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya," kata Presiden Prabowo kepada PM Charnvirakul.

Oleh karena itu, ke depan, Presiden Prabowo melanjutkan, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama, terutama pada bidang pertukaran informasi dan intelijen, kemudian investigasi atau penyelidikan bersama. Dua negara juga sepakat untuk bekerja sama melacak aliran atau transaksi keuangan mencurigakan, memperkuat koordinasi antar-aparat penegak hukum, dan bersama-sama membongkar jaringan kejahatan lintas batas.

"Kami juga mendukung pengembangan trans-national referral mechanism, TRM, sebagai sebuah terobosan untuk menjamin perlindungan, mempercepat identifikasi, dan pemulangan korban kejahatan lintas batas yang aman dan bermartabat," ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, PM Charnvirakul menyoroti tiga kejahatan lintas batas, yaitu penipuan daring, perdagangan manusia, dan perdagangan narkoba.

"Dalam hal ini, kami akan lebih banyak bekerja sama, baik dari segi penegakan hukum, pertukaran informasi intelijen, dan penguatan kapasitas aparat, serta membangun kerja sama di tingkat kawasan," kata PM Thailand.

Terkait pemulangan WNI yang merupakan korban online scamming, PM Thailand menyebut masih ada sekitar 500 WNI yang menunggu pemulangan.

"Pemerintah saya akan mempercepat kepulangan mereka ke Indonesia," ujar PM Charnvirakul kepada Presiden Prabowo.

Baca juga: Indonesia-Thailand adopsi peta jalan kemitraan strategis

Baca juga: Indonesia dan Thailand perkuat kerja sama ekonomi digital

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |