Indonesia Open jadi panggung penting untuk pemain muda Merah Putih

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat mengatakan para pemain muda Indonesia harus memanfaatkan Polytron Indonesia Open 2026 sebagai panggung untuk belajar, berkembang, dan mengukur kemampuan menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.

Menurut Taufik, kesempatan tampil di turnamen level BWF World Tour Super 1000, terlebih di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, menjadi pengalaman penting bagi proses pembinaan dan regenerasi bulu tangkis Indonesia.

"Kami berharap para atlet muda Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Indonesia Open adalah panggung yang sangat baik untuk belajar, berkembang, dan mengukur kemampuan melawan pemain terbaik dunia. Dari proses seperti inilah fondasi prestasi masa depan dibangun," kata Taufik dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Indonesia menurunkan sejumlah nama muda dalam turnamen yang berlangsung pada 2-7 Juni tersebut. Di sektor tunggal putra, Alwi Farhan menjadi salah satu andalan setelah mendapat tempat di daftar utama bersama Jonatan Christie.

Selain Alwi, Indonesia juga memiliki sejumlah pemain muda yang menunggu peluang dari daftar cadangan, termasuk Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed serta Prahdiska Bagas Shujiwo. Keduanya berpeluang tampil apabila terdapat pemain dari daftar utama yang mengundurkan diri.

Di sektor tunggal putri, Indonesia bertumpu pada Putri Kusuma Wardani sebagai satu-satunya wakil di daftar utama. Namun, sejumlah nama muda seperti Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga masuk daftar cadangan.

Baca juga: Indonesia Open jadi momentum hidupkan gairah ekosistem bulu tangkis

Peluang lebih besar bagi pemain muda Indonesia terlihat di sektor ganda. Pada nomor ganda putra, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menjadi bagian dari barisan wakil Merah Putih yang akan tampil di hadapan publik sendiri.

Kehadiran mereka melengkapi kekuatan ganda putra Indonesia yang juga dihuni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat.

Di sektor ganda putri, kesempatan tampil juga didapat sejumlah pasangan muda seperti Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine.

Mereka akan tampil bersama pasangan lain seperti Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahya Pratiwi, serta Apriani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.

Sementara itu, sektor ganda campuran juga memberi ruang bagi sejumlah pasangan muda, antara lain Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Selain mereka, Indonesia juga menurunkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardani, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.

Baca juga: Istora bersolek sambut Polytron Indonesia Open 2026

Taufik mengatakan kesempatan tampil di Indonesia Open harus dimanfaatkan para pemain muda untuk memahami standar persaingan bulu tangkis dunia yang semakin ketat dan merata.

"Persaingan sekarang makin ketat dan merata. Karena itu fokus kami bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan atlet-atlet Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengalaman bersaing di level tertinggi," ujar Taufik yang tercatat mengoleksi enam gelar Indonesia Open.

Polytron Indonesia Open 2026 akan diikuti 248 atlet dari 22 negara dengan total hadiah 1,45 juta dolar AS (sekitar Rp25,8 miliar).

Bagi para pemain muda Indonesia, turnamen ini menjadi ujian penting. Mereka tidak hanya tampil di depan publik sendiri, tetapi juga menghadapi tekanan besar Istora dan kualitas lawan yang berada di jajaran elite dunia.

"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," ujar Taufik yang saat juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca juga: Fikri bertekad akhiri rentetan runner-up di Indonesia Open 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |