Presiden Prabowo ke luar negeri untuk bangun diplomasi

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan alasan Presiden Prabowo Subianto cukup sering melakukan kunjungan luar negeri adalah untuk membangun hubungan yang kuat dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Hal ini disampaikan Teddy melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin, sebagai respons atas aspirasi mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait perjalanan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy.

Menurutnya, perkembangan dunia global sangat dinamis setiap harinya. Oleh karena itu, Presiden telah memiliki jadwal tahunan yang sudah dapat dipastikan dan jadwal mendesak yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri dan luar negeri.

Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Prancis hasilkan empat kesepakatan baru

Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto mulai memimpin Indonesia di tengah berbagai krisis internasional yang terjadi di sejumlah kawasan dunia. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kepala negara untuk aktif menjalin komunikasi dan hubungan langsung dengan para pemimpin negara lain.

Lebih lanjut, hubungan antarnegara tidak dapat dibangun secara instan ketika krisis terjadi. Oleh karena itu, kata Teddy, Presiden Prabowo perlu membangun kedekatan dan kepercayaan dengan para pemimpin dunia sejak awal.

Menurut Teddy diplomasi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan formal yang terbuka kepada publik, tetapi juga melalui komunikasi personal yang bisa berlangsung tertutup.

Terkait dengan usulan mantan Wamenlu Dino untuk dapat melakukan pertemuan dengan kepala negara lain di sela-sela forum internasional, Teddy menyebut bahwa hal tersebut ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri berdasarkan tingkat prioritas kepentingan nasional.

"Beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan. Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telpon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," terang Teddy.

Ia menambahkan, tidak semua komunikasi diplomatik harus dilakukan melalui pertemuan langsung. Dalam beberapa situasi, komunikasi dapat dilakukan melalui sambungan telpon atau jalur diplomasi lainnya sesuai kebutuhan.

Sebelumnya, mantan Wamenlu Dino Patti Djalal memberikan kritik terkait perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Beberapa hal yang menjadi sorotan, yaitu pembiayaan kunjungan luar negeri, jumlah rombongan yang ikut dalam dinas luar negeri, transparansi jadwal kunjungan, frekuensi ke berbagai negara dalam 1,5 tahun, hingga usul agar memanfaatkan bertemu kepala negara lain dalam forum internasional.

Baca juga: Seskab: Prabowo beri taklimat peserta program calon pemimpin BUMN

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |