Indef: Teknologi digital picu transformasi ibadah kurban di Indonesia

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai teknologi digital dan gaya hidup berkelanjutan memicu adanya transformasi dalam ibadah kurban saat Idul Adha bagi masyarakat muslim Indonesia saat ini.

Peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef Murniati Mukhlisin mengatakan pemanfaatan teknologi digital kian diminati karena kemudahan dalam transaksi hingga ketelusuran (traceability) dari hewan kurban mereka.

“Pertama, traceability. Barcode dan pelaporan real-time melacak hewan dari kandang di desa hingga ke tangan mustahik di pelosok,” kata Murniati dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (25/5) malam.

Lebih lanjut, faktor lainnya yang menarik minat masyarakat untuk berkurban secara daring melalui platform dagang digital atau e-commerce adalah integrasi dalam bertransaksi.

“Transaksi instan mempermudah kelas menengah urban berpartisipasi melalui QRIS dan payment gateways,” kata Murniati.

Selain itu, ada faktor data-driven targeting, di mana platform aggregator menggunakan peta ketahanan pangan untuk mendistribusikan daging dari daerah surplus pendanaan ke daerah rawan gizi secara akurat.

Selain pemanfaatan teknologi digital, CSED Indef juga menyoroti gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) yang lebih hijau atau ramah lingkungan yang juga semakin menambah nilai dalam berkurban bagi Muslim modern Indonesia.

Praktik model green kurban pun dinilai sangat sirkular, mulai dari memperhatikan pakan ternak/hewan kurban dan pengolahan limbah pertanian, mengadopsi konsep zero waste dari hewan yang dikurbankan, pemanfaatan kotoran ternak bagi energi dan pupuk organik, hingga inovasi penanaman bibit pohon buah produktif setiap kali kurban disembelih untuk memulihkan ekologi.

Sementara itu, Kepala CSED Indef Indef Nur Hidayah menilai generasi Z pun memegang peran krusial dalam transformasi kurban seiring dengan inovasi teknologi dan gaya hidup, serta proyeksi pencapaian kemapanan ekonomi mereka di masa mendatang.

Oleh karena itu, lembaga penyedia layanan kurban pun harus beradaptasi dengan teknologi terkini agar akses generasi muda dalam menunaikan ibadah kurban di Idul Adha pun bisa semakin luas dan mudah.

“Kehadiran platform kurban digital menjadi instrumen krusial untuk memfasilitasi dan meningkatkan aksesibilitas mereka dalam penyaluran kurban,” kata Nur.

“Dalam 10 tahun, demografi gen Z akan menggeser pasar kurban. Lembaga yang tidak berinvestasi pada infrastruktur digital ini akan tertinggal karena akan ada pergeseran dominasi shohibul qurban ke arah gen Z, seiring akan menurunnya (partisipasi dari) generasi-generasi sebelumnya,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Dompet Dhuafa targetkan 36 ribu hewan kurban pada Idul Adha 2026

Baca juga: Gubernur Khofifah sebut Idul Adha dongkrak ekonomi peternak Jatim

Baca juga: Sudin KPKP Jaksel pastikan harga hewan kurban stabil jelang Idul Adha

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |