Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi terkait humaniora mendapatkan perhatian pembaca pada Rabu (2/4), mulai dari Gubernur Bali akan menemui sejumlah tokoh Muslim membahas kejadian pelanggaran selama Hari Suci Nyepi.
Selain itu, terdapat pula kejadian erupsi Gunung Marapi pada Rabu pagi, gelar griya atau open house Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta kemacetan di Jalur Puncak di Jawa Barat saat musim liburan Lebaran.
Berikut beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik disimak hari ini:
1. Gubernur Bali bakal temui tokoh Muslim buntut pelanggaran Nyepi Loloan
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan akan menemui sejumlah tokoh Muslim untuk membahas kejadian pelanggaran selama Hari Suci Nyepi yang berlangsung Sabtu (29/3) termasuk beraktivitas di luar rumah.
Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Gubernur Bali bakal temui tokoh Muslim buntut pelanggaran Nyepi Loloan
2. Para menteri Kabinet Merah Putih hadiri "open house" Ketua MPR
Para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga hingga sejumlah pejabat lainnya menghadiri gelar griya atau open house Ketua MPR RI Ahmad Muzani di rumah dinasnya, Jakarta, pada Rabu atau H+3 Lebaran 2025.
Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Para menteri Kabinet Merah Putih hadiri "open house" Ketua MPR
3. Jalur Puncak macet dengan antrean kendaraan capai 12 kilometer
Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, pada H+1 Lebaran 2025 mengalami kemacetan panjang dengan antrean kendaraan mencapai 12 kilometer tepatnya di depan Istana Cipanas, sehingga pengguna jalan diminta memilih jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi.
Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Jalur Puncak macet dengan antrean kendaraan capai 12 kilometer
4. Gunung Marapi erupsi 57 detik pada Rabu pagi
Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mencatat durasi erupsi gunung tersebut pada Rabu pagi sekitar 57 detik dengan amplitudo 1,6 milimeter.
Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Gunung Marapi erupsi 57 detik pada Rabu pagi
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025