DLH Mataram optimalkan penanganan sampah di TPS Bintaro 

1 day ago 5

Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengoptimalkan penanganan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bintaro, agar dapat normal kembali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Minggu, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya maraton dalam menangani persoalan sampah dan salah satu fokus utama saat ini pembersihan TPS Bintaro.

"Sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, memberlakukan pengurangan ritase buang, TPS Bintaro kami manfaatkan sebagai tempat penampungan sementara," katanya.

Kebijakan TPA Kebon Kongok memberlakukan pembatasan ritase buang sampah diberlakukan mulai Desember 2025, karena adanya penataan landfill. Pengurangan dilakukan dari empat ritase menjadi satu ritase, sehingga Kota Mataram harus mencari alternatif lahan untuk menampung sementara volume sampah di Kota Mataram.

Karena itu selain TPS Sandubaya, DLH memilih TPS Bintaro sebagai lokasi penampungan sementara. Meskipun langkah itu banyak mendapatkan kritik dari berbagai pihak karena berada di jalur utama menuju kawasan wisata internasional Senggigi.

"Tapi apa boleh buat, kami tidak punya lahan alternatif lainnya," kata Nizar.

Namun demikian, lanjutnya, setelah operasional TPA Kebon Kongok kembali normal dengan empat ritase sejak awal Maret, pihaknya bekerja optimal untuk menuntaskan pengangkutan sampah di TPA Bintaro.

Ritase pengangkutan sampah kini ditingkatkan drastis untuk mengosongkan TPS Bintaro yang sempat menumpuk. Dalam sehari petugas mampu melakukan hingga empat ritase pengangkutan.

​"Satu truk itu kapasitasnya 2 sampai 3 ton, jadi sehari kami bisa angkut sekitar 120 ton sampah," katanya.

Saat ini progres pembersihan di TPS Bintaro sudah mencapai lebih dari setengah volume sampah yang ada. Sisa sampah yang tertinggal diperkirakan hanya sekitar 1.000 ton dan ditargetkan segera tuntas seiring dibukanya akses penuh di TPA Kebon Kongok.

"​Pembersihan TPS Bintaro kini sudah di atas 50 persen," katanya.

Sementara untuk pengurangan volume sampah di TPS Sandubaya, DLH terus mengoptimalkan dua mesin insinerator yang telah memenuhi baku mutu standar lingkungan, termasuk unit bantuan dari Korea.

​"Satu unit (hibah rumah sakit) sementara belum kita gunakan karena asapnya masih terlalu tebal. Kami fokus pada dua unit yang sudah sesuai standar untuk mengurangi beban sampah di sana," katanya.

Penggunaan mesin insinerator itu mampu mereduksi sampah sekitar 20 ton per hari, karena kapasitas satu mesin masing-masing 10 ton dengan dua kali pembakaran.

"Kami berharap upaya yang sedang berjalan, dapat menjadi solusi penanganan masalah sampah di Kota Mataram," katanya.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |