Bengkulu (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amin Suyitno mengatakan, ekoteologi harus menjadi budaya di lingkungan madrasah melalui pembiasaan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan.
"Ekoteologi harus menjadi budaya di madrasah. Menjaga lingkungan adalah bagian dari implementasi nilai keagamaan dan bentuk rasa syukur atas ciptaan Allah SWT. Karena itu, kami ingin siswa madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam,” kata Amin Suyitno saat kegiatan Kemenag ASRI di MAN 2 Kota Bengkulu, Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan Amin saat memimpin aksi pelepasan ratusan burung dan penanaman pohon yang menjadi bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama RI di lingkungan madrasah.
Menurut Amin program tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang membentuk karakter peserta didik agar memiliki kesadaran ekologis sejak dini.
Dia mengatakan madrasah memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan karena pendidikan karakter dapat dibangun melalui pembiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan hingga merawat tanaman dan ekosistem sekitar.
Amin mengatakan gerakan penghijauan, penanaman pohon, serta perlindungan terhadap satwa harus terus digelorakan di seluruh satuan pendidikan madrasah sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.
"Dengan mengucapkan Bismillah, pelepasan burung sebagai tanda dimulainya aksi Kemenag ASRI resmi kita lepas," ucapnya.
Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi MAN 2 Kota Bengkulu, aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, serta sejumlah pejabat dan pimpinan perguruan tinggi keagamaan.
Kepala MAN 2 Kota Bengkulu Rahayu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada Dirjen Pendis, Stafsus Menteri Agama, dan Kakanwil Kemenag yang telah mempercayai MAN 2 Kota Bengkulu sebagai tuan rumah dalam aksi Kemenag ASRI ini," kata Rahayu.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Saefuddin mengatakan program ekoteologi sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan moderasi beragama berbasis kepedulian terhadap lingkungan.
"Madrasah di Bengkulu siap menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan. Kami berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi seluruh satuan pendidikan," ujar Saefuddin.
Baca juga: Jelang Waisak, Kemenag kampanye ekoteologi di Papua
Baca juga: Menag ajak perkuat ukhuwah dan ekoteologi dalam Halal Bihalal MUI
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































